Bagikan:

Gubernur DIY Minta Atraksi Seni di Malioboro Dihentikan Sementara

"Karena semua terus berkerumun di situ, resikonya jadi gede. Tolong juga teman-teman pers membantu mengingatkan, bagaimana masyarakat itu bisa menjaga protokol kesehatan, sama memakai masker. "

NUSANTARA

Jumat, 25 Feb 2022 11:41 WIB

Author

Ken Fitriani

Malioboro

Warga menggelar kirab di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (3/1/2022). (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

KBR, Yogyakarta – Kasus positif COVID-19 di Provinsi Yogyakarta terus meningkat.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pun meminta kegiatan atraksi kesenian di kawasan Malioboro dihentikan sementara waktu.

Sri Sultan mengatakan penghentian tersebut harus dilakukan demi mencegah terjadinya kerumunan dan penyebaran kasus Covid-19 semakin luas.

Sultan mengatakan, atraksi kesenian berpotensi menimbulkan kerumunan. Karenanya harus dihentikan sampai kondisi yang memungkinkan.

"Minggu sering ada kerumunan, karena di Malioboro diselenggarakan acara berkesenian. Saya minta dihentikan aja. Karena semua terus berkerumun di situ, resikonya jadi gede. Tolong juga teman-teman pers membantu mengingatkan, bagaimana masyarakat itu bisa menjaga protokol kesehatan, sama memakai masker. Itu sesuatu yang sangat penting," kata Sultan di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Kamis (24/2/2022).

Baca juga:

Prokes kunci utama

Menurut Sultan, protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penularan virus Corona. Terlebih saat ini sudah masuk varian Omricon yang penularannya lebih cepat.

Sultan mengatakan saat ini langkah penting bukan pada soal membuka atau menutup suatu wilayah, melainkan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam mentaati protocol kesehatan.

"Masyarakatnya itu mau menghindari kerumunan atau tidak. Kita akan mencoba untuk memperketat penerapan prokes. Bukan masalah dibuka atau ditutup. Tapi lebih bagaimana kesadaran masyarakat taat prokes itu yang penting. Begitu kena dan OTG ya di rumah saja," kata Sultan.

Sultan mengatakan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan kini menjadi persoalan tersendiri karena kesadaran masyarakat mulai menurun. Sudah banyak ditemui warga yang cenderung tidak peduli dengan prokes dan tidak menggunakan masker.

"Masalahnya kesadaran warga masyarakat turun. Dalam arti sak karepe dewe (semaunya sendiri). Berkerumun yo sak karepe dewe, ora nganggo masker (tidak memakai masker) dan sebagainya. Prokes itu yang paling pokok karena penularannya cepat," kritik Sultan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?