Bagikan:

Genjot Produksi Padi 2022, Cilacap Uji Coba Tanam 4 Kali

Para petani biasanya menanam dua atau tiga kali per tahun di satu kawasan yang sama

NUSANTARA

Senin, 07 Feb 2022 16:17 WIB

Pemkab Cilacap Uji Coba Tanam 4 Kali Setahun

Ilustrasi sejumlah buruh tani menanam bibit padi di Pucangrejo, Madiun, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Foto: ANTARA

KBR, Cilacap– Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mulai menerapkan sistem pola tanam Indeks Pertanaman 400 (IP 400), atau tanam empat kali dalam setahun dalam satu kawasan. Tujuan penerapan pola tanam ini ialah untuk menggenjot produksi padi pada 2022.

Penyuluh Pertanian Cilacap, Surur Hidayat mengatakan IP 400 diterapkan di wilayah Majenang yang memiliki sistem irigiasi teknis dan ketersediaan air yang cukup sepanjang tahun. Uji coba dilakukan mulai 2022-2023 di kawasan seluas seribu hektare. Luasan lahan akan ditambah jika program tersebut berhasil.

"Intensifikasi itu artinya intensifikasi teknologi yang ada. Yang kedua, optimalisasi lahan, ini kan sekarang ada IP 200, IP 300, IP 400. Ini Cilacap kayaknya ada 1.000 hektare lahan. Untuk optimalisasi lahan. Jadi menambah indeks pertanaman. Namanya Opit, optimalisasi indeks pertanaman. IP 400 berarti tanam empat kali dalam setahun," kata Surur Hidayat, Senin (7/2/2022).

Baca juga:

Surur menambahkan, untuk menggenjot produksi gabah, Pemkab Cilacap juga memperluas kawasan tanam atau indeks pertanaman. Wilayah yang sebelumnya tidak dikelola dengan optimal akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produksi padi pada tahun ini.

Kata dia, para petani biasanya menanam dua atau tiga kali per tahun di satu kawasan yang sama. Namun, dalam pola Optimalisasi Indeks Pertanaman (Opit), dilakukan sejumlah penyesuaian agar satu kawasan bisa ditanami empat kali.

Penyesuaian itu antara lain, optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan) dan pemilihan bibit super genjah, atau berusia di bawah 100 hari. Sementara itu, untuk benih tanaman disebar di lokasi berbeda sehingga ketika tiba musim panen, bibit sudah berusia cukup untuk segera ditanam.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia