Pengelola Hotel di Rembang Keluhkan Aturan Pandemi Kerap Berubah

"Doakan mudah-mudahan masih bisa bayar gaji karyawan,“

NUSANTARA

Rabu, 10 Feb 2021 13:58 WIB

Author

Musyafa

Pengelola Hotel di Rembang Keluhkan Aturan Pandemi Kerap Berubah

Ilustrasi: Fasilitas hotel di Rembang, Jateng. (Foto: Musyafa/KBR)

KBR, Rembang-  Tingkat hunian hotel   di Rembang, Jawa Tengah semakin merosot, karena terdampak pandemi Covid-19. Pengelola hotel mendesak pemerintah memberikan kelonggaran, supaya bisnis mereka berangsur angsur mampu bangkit.

Manajer Hotel Pollos Rembang, Dedi Rosadi, mengakui hunian hotel saat ini anjlok. Kata dia, sebelum pandemi Corona, rata-rata di atas 50 kamar. Bahkan pernah seluruh kamar 111 semua terisi, karena bersamaan event kegiatan.

Sekarang ini tingkat hunian rata-rata di bawah 10 atau paling banyak belasan kamar per hari.

Dia meminta pemerintah jangan terlalu banyak membatasi, yang akhirnya menghambat kelangsungan operasional. Dedi setuju, begitu pengelola hotel menabrak aturan protokol kesehatan, langsung mendapatkan sanksi tegas.

“Ketika pengunjung masuk, kita berlakukan ketat prosedurnya. Jangankan pengunjung, pegawai saja kalau suhu tubuhnya di atas 37 derajat, kita minta pulang. Kalau tidak menjalankan, monggo silahkan dipenalti. Lha ini kita sudah jalankan protokol kesehatan, masih dibatasi, nggak boleh sampai jam sekian, itu nggak boleh, “ keluh Dedi, Rabu (10/02).

Dedi Rosadi ingin semua kepentingan berjalan beriringan. Mulai program vaksinasi, pencegahan dengan protokol kesehatan, serta kelangsungan bisnis perhotelan.

Kondisi saat ini menurutnya terlalu timpang, sehingga sepanjang tahun 2020, jauh dari target yang ditetapkan, karena banyak kegiatan dibatalkan.

“Ada sekitar 3 hingga  5 event dari provinsi nilainya nggak sedikit, dicancel, “ tutur pria asal Jakarta Utara tersebut.

Kondisi itu diperparah dengan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, sehingga memicu suasana serba tidak pasti. Termasuk ikut memukul sektor hunian hotel.

“Hitung-hitungan kami, paling lambat bulan Maret sudah selesai. Kita lihat, dropnya jauh sekali. Saya kebetulan tergabung dalam ikatan manajer hotel. Hasil pantauan sesama temen, memang beda-beda. Ada yang masih berani buat event,“ paparnya.

Saat ini di Hotel Pollos Rembang memiliki 64 orang karyawan dan 12 personil magang. Untuk tetap bertahan di tengah pandemi, manajemen hotel membuat beberapa inovasi. Misalnya melayani penjualan makanan sistem antar, kemudian menyediakan paket makan malam candle light dinner, memanfaatkan suasana romantis di dekat kolam renang hotel.

“Paket candle light dinner, Rp 250 ribu. Alhamdulilah, sedikit-sedikit masih bisa jalan. Doakan mudah-mudahan masih bisa bayar gaji karyawan,“ pungkas Dedi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10