covid-19

Jombang Zona Merah Covid-19, Dinkes: Masyarakat Kurang Disiplin

"Yang jelas masyarakat kurang disiplin,"

NUSANTARA

Rabu, 10 Feb 2021 13:47 WIB

Jombang Zona Merah Covid-19, Dinkes: Masyarakat Kurang Disiplin

Ilustrasi: Kapolres Jombang Agung Setyo Nugroho saat apel penanggulangan bencana dan pandemi di lapangan Mapolres, Kamis (28/01). (KBR/Muji Lestari)

KBR, Jombang-    Kabupaten Jombang kembali menyandang status zona merah kasus positif covid-19.  Status ini merupakan satu-satunya daerah di Jawa Timur, sebab wilayah lainya sudah dipetakan oranye bahkan beberapa kabupaten lainnya sudah berwarna kuning.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Subandriyah mengatakan salah satu faktor yang menjadi penyebabnya karena masyarakat kurang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Berarti kami harus mengajak masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Masyarakat kurang disiplin," ungkapnya singkat.

Status zona merah ini pun sudah tiga kali terjadi di Jombang. Sebelumnya daerah tersebut sudah sempat berstatus oranye kemudian kembali merah untuk beberapa saat dan kembali lagi ke oranye untuk kurun waktu cukup lama. 

Subadriyah enggan membeber faktor penyebab Jombang cukup tinggi persebaran kasus virus corona ini.

"Ya hanya itu saja, yang jelas masyarakat kurang disiplin," tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Jombang, hingga Selasa (09/02) pukul 14.00 Wib, tercatat 3.731 kasus komulatif positif covid-19 dengan 111 orang yang masih dirawat. Jumlah angka kematian 351 orang atau sebanyak 9,4 persen dari total kasus yang ada.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung