E-SIK, Aplikasi Data Khusus Penerima Bansos dari Solo

"Aplikasi ini bisa dipakai secara nasional, negara tidak akan kecolongan. Kita bisa langsung melihat by name, by address, Nomor Induk Kependudukan, Kartu Keluarga, ada detail kondisi rumah,"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Feb 2021 13:25 WIB

Author

Yudha Satriawan

E-SIK, Aplikasi Data Khusus Penerima Bansos dari Solo

Infografis E-SIK yang digunakan Pemkot Solo mendata warga miskin dalam pengajuan bantuan sosial. (FOTO: Humas Pemkot Surakarta)

KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo membuat aplikasi data, bernama Sistem Informasi Kesejahteraan Elektronik, atau E-SIK, yang dikhususkan untuk penerima bantuan sosial (bansos).

Wali Kota Solo, Hadi rudyatmo mengklaim, keakuratan data penerima bansos yang ada di aplikasi itu sangat tinggi.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek langsung keakuratan data tersebut.

Rudy menambahkan, data ini bisa digunakan dalam pengajuan bantuan sosial sesuai data kependudukan.

"Isinya data orang sangat miskin, orang miskin, dan rentan miskin. Maksud saya, aplikasi ini bisa dipakai secara nasional, negara tidak akan kecolongan. Kita bisa langsung melihat by name, by address, Nomor Induk Kependudukan, Kartu Keluarga, ada detail kondisi rumah, bantuan sosial yang diterima, dan sebagainya," katanya di Solo, Rabu (3/2/2021)

Rudyatmo menjelaskan, selama ini data kependudukan yang dikelola Pemkot Solo menjadi dasar pengajian bantuan sosial pemerintah.

"Data yang sudah masuk E-SIK selanjutnya ditetapkan dalam SK Wali Kota menjadi basis data awal intervensi pemerintah," lanjutnya.

Rudy menambahkan, sebelumnya ada sekitar 15 ribu data warga Kota Surakarta yang sempat dicoret pemerintah dari daftar penerima bansos yang diambil dari E-SIK ini.

"Namun, sebagian besar dari 15 ribu data tersebut akhirnya kita revisi, dan kembali masuk menjadi penerima bantuan sosial," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10