Dua Warga Sipil Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Papua

"Kalau perintah saya jelas dua pilihan. Tangkap kalau bisa ditangkap, kalau tidak, tindak tegas terukur sesuai dengan SOP kita"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 11 Feb 2021 14:51 WIB

Author

Arjuna Pademme

Dua Warga Sipil Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Papua

ilustrasi penembakan

KBR, Jayapura - Dua warga sipil di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua kembali menjadi korban kekerasan pihak yang diduga kelompok bersenjata di daerah itu.

Menurut Kapolda Papua, Paulus Waterpauw penembakan terhadap warga sipil bernama Ramli (32) terjadi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, 8 Februari silam.

Sementara itu, pengeroyokan terhadap warga sipil bernama Rusman (42) terjadi di Kampung Ilambet, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, 9 Februari 2021.

"Pengeroyokan warga sipil di Ilaga menyebabkan korban tewas akibat sabetan benda tajam," katanya di Papua, Kamis (11/2/2021).

Kapolda menjelaskan, korban penembakan di Intan Jaya mengalami luka tembak dan tengah dirawat di rumah sakit di Mimika.

Aparat gabungan TNI-Polri, juga tengah mengejar pelaku kekerasan di dua wilayah itu.

Ciri ciri terduga pelaku, kata Paulus, telah dikantongi aparat keamanan berdasarkan keterangan saksi yang melihat peristiwa tersebut.

"Kalau perintah saya jelas dua pilihan. Tangkap kalau bisa ditangkap, kalau tidak, tindak tegas terukur sesuai dengan SOP kita karena dia sudah melakukan kekerasan kekerasan yang mengakibatkan keresahan bagi warga masyarakat di sekitar," katanya.

Paulus Waterpauw menambahkan, pelaku penembakan di Intan Jaya diduga berasal dari kelompok Indius Kogoya, adik dari Tandi Kogoya.

Diketahui, Tandi Kogoya merupakan salah seorang pelaku penyerangan perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, akhir Maret 2020 silam.

Dalam penyerangan itu, seorang pekerja asal Selandia Baru tewas ditembak, dan dua pekerja warga Negara Indonesia luka tembak.

Tandi Kogoya tewas bersama rekannya Manu Kogoya, saat terjadi kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri di Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika 9 April 2020 lalu.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10