Bantu Korban Kekerasan, Pemkot Balikpapan Dirikan Puspaga Harapan

"Di Puspaga Harapan, juga menjadi tempat untuk mendeteksi kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak, karena korban bisa melapor jika mengalami kekerasan,"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 19 Feb 2021 20:14 WIB

Author

Teddy Rumengan

Bantu Korban Kekerasan, Pemkot Balikpapan Dirikan Puspaga Harapan

ilustrasi

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendirikan Puspaga Harapan, sebuah lembaga konseling untuk membantu perempuan dan anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, Puspaga Harapan menyediakan ruang konseling bagi korban kekerasan.

"Di Puspaga Harapan, juga menjadi tempat untuk mendeteksi kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak, karena korban bisa melapor jika mengalami kekerasan," katanya di Balikpapan, Jumat (19/02/2021).

Namun , kata Sri Wahyuningsih, dari enam kecamatan, lima Puspaga Harapan yang terbentuk, dengan jumlah psikolog yang melayani konseling hanya sebanyak 2 orang.

“Kita berharap keberadaan Puspaga itu bisa menjadi bagian dari akses masyarakat untuk mendapatkan layanan konseling dari psikolog kami. Hanya saja keterbatasan personil psikolog yang kami miliki, kami kan baru 2 psikolog harus kami bagi di 5 unit yang ada. Puspaga juga menjadi pintu rujukan untuk penanganan kasus,” ujarnya.

Selain itu, Puspaga Harapan juga menjadi tempat konsultasi bagi keluarga maupun pasangan yang akan menikah, untuk menghindari terjadinya kasus kekerasan atau KDRT maupun kekerasan seksual.

Diketahui, kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual terhadap anak di Kota Balikpapan sangat tinggi.

Selama Januari hingga 19 Febuari 2021, ada 15 kasus kekerasan yang kini tengah ditangani.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10