Abu Vulkanik Gunung Raung Semakin Pekat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Rumah

“Sampai sekarang hujan abu masih terjadi di Kabupaten Banyuwangi, terutama yang arah Timur lurus dari Gunung Raung. Kalau konsentrasinya lebih tebal yang hari ini,”

BERITA | NUSANTARA

Senin, 08 Feb 2021 19:55 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Abu Vulkanik Gunung Raung Semakin Pekat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Semburan Abu Vulkanik dari Puncak Gunung Raung yang semakin tebal. (Foto: dok PPGA Raung)

KBR, Banyuwangi- Guyuran hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, semakin pekat.

Hal itu seiring terus meningkatnya aktivitas Gunung Raung, dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, hujan abu vulkanik Gunung Raung melanda 16 kecamatan di Banyuwangi.

Di antaranya Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Rogojampi, Kabat, Singonjuru, Songgon, Genteng, Sempu dan Kecamatan Muncar.

“Sampai sekarang hujan abu masih terjadi di Kabupaten Banyuwangi, terutama yang arah Timur lurus dari Gunung Raung. Kalau konsentrasinya lebih tebal yang hari ini,” katanya di Banyuwangi, Senin (8/2/2021).

Berdasarkan laporan dari Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Raung semburan abu vulkanik dari puncak Gunung Raung juga terus meningkat.

Jika pada 3 hari yang lalu tinggi kolom abu vulkanik berada di kisaran 1.000 meter, saat ini kolom abu mencapai 2.000 meter.

"Sehingga sebaran abu vulkanik yang terbawa angin semakin tebal," kata Kepala PPGA Raung, Mukijo.

Ia mengatakan, asap dari dalam kawah gunung teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal.

"Selain itu juga terlihat pantulan cahaya api dari puncak gunung," kata Mukijo.

Sementara Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, mencatat, sebaran abu vulkanik Gunung Raung bergerak ke arah Timur tenggara, dengan kecepatan 20 knot.

BMKG memperkirakan abu vulkanik Gunung Raung ini mencapai Pulau Bali, meski dengan intensitas ringan atau tipis.

Pemerintah Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar rumah diimbau untuk mengenakan masker dan penutup wajah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Wiji Lestariono, debu vulkanis membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Debu vulkanik, kata dia, mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, terium, besi serta nikel.

"Sehingga, secara kasar abu vulkanik tersebut seperti abu semen. Jika terpapar ke tubuh manusia akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti ISPA, sakit tenggorokan dan iritasi mata, hingga luka pada kornea mata," katanya ketika dihubungi di Banyuwangi, Senin (8/2/2021)

Wiji menjelaskan, abu vulkanik juga terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik.

“Abu vulkanik seperti ini mengandung silika, kalsimum, natrium dan lain-lain zat-zatnya yang bisa menyebabkan sesuatu yang tidak menguntungkan buat keseahatan kalau terhirup dalam waktu yang lama. Terutama kalau mengenai mata misalkan, kalau matanya digosok itu bisa menimbulkan goresan-goresan atau perlukaan di kornea. Kalau terkena kornea kemudian tergores kornea-korneanya itu bisa menyebabkan kaburnya penglihatan,” kata Wiji Lestariono.

Wiji menambahkan, bahaya lain dari debu vulkanik yaitu gangguan pernafasan, atau ISPA.

"Karena menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia. Itu dikarenakan aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru. Untuk Kejala pernapasan pada jangka pendek yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan atau batuk, sesak napas, hingga asma yang bisa kambuh," tambahnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)