Tangkal Radikalisme, NU Usul Ada Pelajaran 'Aswaja' di Sekolah

Mata pelajaran bisa mengadobsi mata pelajaran Ahlusunah Wajhamaah atau Aswaja yang diterapkan di lembaga pendidikan NU.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 11 Feb 2019 13:30 WIB

Author

Eko Widianto

Tangkal Radikalisme, NU Usul Ada Pelajaran 'Aswaja' di Sekolah

Ilustrasi bendera Nahdlatul Ulama.

KBR, Malang - Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang, Jawa Timur mengusulkan ada mata pelajaran khusus menangkal radikalisme dan terorisme.

Ketua LP Maarif NU Kabupaten Malang, Hasan Abadi mengatakan mata pelajaran khusus itu penting untuk menyemai paham Islam yang toleran dan moderat. Dengan begitu, kata Hasan, siswa bisa diajak menangkal paham radikalisme yang kini diduga sudah merebak melalui dunia pendidikan.

Hasan Abadi menilai pendidikan antiradikalisme sejak dini penting untuk memberi pondasi dasar.

Mata pelajaran bisa mengadobsi mata pelajaran Ahlusunah Wajhamaah atau Aswaja yang diterapkan di lembaga pendidikan NU.

Mata pelajaran ini dianggap efektif menanamkan sikap dan nilai moderat,  toleran dan antiradikalisme.

"Ini tempat kita menyemaikan ideologi antiradikalisme. Kalau gagal menyemai Islam toleran dan moderat di sekolah, baik sekolah dasar dan menengah, maka dipastikan akan gagal di perguruan tinggi. Kalau itu yang terjadi maka ini menguatkan penelitian bahwa banyak mahasiswa menyetujui bergantinya ideologi pancasila dengan bentuk lain," kata Hasan Abadi di Malang.

Mata pelajaran khusus itu, kata Hasan, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan. Tak semua diadopsi. Soal nama mata pelajaran dan kontennya, Hasan mengusulkan agar itu dikaji bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.