Salat Jumat, Kemenag Rembang Ingatkan Khotib Tak Singgung Kepentingan Politik

“Kami ingatkan jangan ganggu batin umat dengan hal–hal seperti itu. Lebih baik cari materi yang menenangkan,“

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 22 Feb 2019 08:59 WIB

Author

Musyafa

Salat Jumat, Kemenag Rembang Ingatkan Khotib Tak Singgung Kepentingan Politik

Ilustrasi

KBR, Rembang– Kementerian Agama  Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengakui ada khotib yang memasukkan materi ceramah berbau kepentingan politik. Meski tidak secara vulgar, namun hal itu tetap diminta dihentikan. Alasannya, mempertimbangkan tensi politik menjelang Pemilu 17 April 2019 semakin menghangat, utamanya dalam kontestasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden .
 
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah Muslim berharap para khotib ketika menyampaikan khotbah salat Jumat, bisa lebih bijak dan tidak perlu menyinggung soal politik. Dalam waktu dekat ini, Kementerian Agama juga akan mengumpulkan perwakilan pengurus ta’mir se Kabupaten Rembang, sehingga mereka saling mengingatkan, manakala terjadi penyimpangan saat berkhotbah.
 
“Yang nyerempet–nyerempet ada, namun bisa kita kondisikan tidak meluas. Kami ingatkan jangan ganggu batin umat dengan hal–hal seperti itu. Lebih baik cari materi yang menenangkan,“ kata Atho’illah kepada KBR, Jumat (22/02).
 
Atho’illah menambahkan tempat ibadah, fasilitas negara maupun fasilitas pendidikan dilarang untuk kegiatan kampanye, termasuk alat peraga kampanye wajib steril. Ia justru mendorong tempat – tempat tersebut menjadi sarana pemersatu bangsa.
 
“Kami ingin, masjid, sekolah maupun tempat–tempat milik negara menjadi fasilitas dalam rangka kebersamaan umat. Dijaga bareng–bareng untuk NKRI,“ tandasnya.

Kementerian Agama mempersilahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta jajarannya, rutin memantau isi khotib salat Jumat  di Masjid. Menurut Atho’illah, kalau sudah mengajak memilih pasangan tertentu dan melanggar regulasi aturan, Bawaslu mesti turun tangan. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.