Sampah dan Limbah Cair Jadi Ancaman di Gili Trawangan

Ketinggian sampah di tempat pembuangan akhir mencapai 4 meter

BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 06 Feb 2016 20:22 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Sampah dan Limbah Cair Jadi Ancaman di Gili Trawangan

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Sampah dan limbah cair di Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara menjadi ancaman baru bagi destinasi wisata eksotik tersebut. Pelaku pariwisata sudah tiga tahun terakhir berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan pengelolaan sampah, namun hingga kini belum ada solusi yang tepat.

Ketua Yayasan Gili Eco Trust, Malik mengatakan, di lokasi pembuangan sampah di Gili Trawangan, tinggi sampah sudah mencapai 4 meter. Areal seluas 4200 meter itu, setiap harinya memprodukasi sampah sebanyak 10 ton. Karena banyaknya sampah yang diproduksi, proses pembakaran sampah tidak efektif lagi.

“Ada satu bom besar yang menunggu kita. Apa itu? Sampah dan limbah cair. Saya sudah tiga tahun berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi, namun tidak ada kepastian. Yang kami mohon itu pak hanya lokasi, karena pengelolaan sampah ini masih kami menyewa dari orang” kata Malik Sabtu (6/2).

Pihaknya juga mengeluhkan maraknya pembangunan cafe di Roi pantai di Gili Trawangan sehingga memberi dampak buruk bagi lingkungan laut. Limbah cair yang dihasilkan cafe akan mengalir ke laut, sehingga dalam jangka panjang akan merusak terumbu karang yang menjadi jualan wisata bahari di NTB.

Menanggapi hal itu Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan, anggaran APBN untuk pemerintah semakin besar sehingga pemerintah daerah diharapkan segera menanggulangi masalah sampah di wisata Gili. Bisa juga pemerintah daerah mengirim proposal ke lembaga dunia untuk mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat di lingkungan wisata.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia