Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Cilacap

Banjir merendam sejumlah daerah dengan ketinggian 30-60 Cm

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 06 Feb 2016 15:57 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Cilacap

Ilustrasi

KBR, Cilacap– Hujan deras yang terjadi dua hari terakhir menyebabkan sejumlah desa di Cilacap, Jawa Tengah mengalami banjir dan longsor. Di dusun Gunungreja Kecamatan Sidareja, puluhan rumah terendam banjir. Warga setempat, Suharto mengatakan air mulai naik ke permukiman penduduk mulai Jumat, pukul empat sore. Ketinggian air antara 30 centimeter hingga 60 centimeter. Sebagian rumah di dusun tersebut, kata dia, sudah terendam.

Suharto menjelaskan, banjir disebabkan naiknya debit sungai Cibeureum lantaran kiriman air dari daerah pegunungan sekitar Sidareja.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan sebagian Pasar Karna terendam, terutama yang paling dekat dengan aliran Sungai Cibeureum.

"Rembesan Mas. Kalau nanti hujan lagi semuanya masuk rumah ini, Mas. Ini malah sudah masuk. Ada yang sudah terendam ada yang belum. Naiknya jam empat sore. Ya ini kiriman, kalau atas sana hujan, air sungainya meluap," ujarnya, Sabtu (02/06).

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Try Komara Sidhy mengatakan rangkaian hujan deras yang terjadi pekan ini juga menyebabkan terjadinya tanah bergerak di Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur. Pergerakan tanah terjadi pada tebing sebelah perkampungan.

Dia mengungkapkan, kendati arah pergerakan tanah mengarah ke persawahan, namun 10 rumah terancam langsung oleh gerakan tanah ini.

BPBD mengimbau agar masyarakat di pegunungan rawan longsor mewaspadai kemungkinan longsor dan banjir bandang pada Februari ini. Sebab, curah hujan yang diperkirakan akan tinggi beberapa pekan ke depan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8