Waduh Sebulan Beroperasi, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Sudah Rusak

KBR68H, Jakarta - Jalan Layang Non Tol (JLNT) Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang mulai rusak. Padahal jalan ini baru beroperasi kurang lebih sebulan sejak 30 Desember 2013 diresmikan.

NUSANTARA

Senin, 03 Feb 2014 15:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

Waduh Sebulan Beroperasi, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Sudah Rusak

jalan rusak, jakara, JLNT

KBR68H, Jakarta - Jalan Layang Non Tol (JLNT) Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang mulai rusak. Padahal jalan ini baru beroperasi kurang lebih sebulan sejak 30 Desember 2013 diresmikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudi menjelaskan kerusakan jalan ini dibahas di Rapat Pimpinan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kata Manggas, jalan rusak itu akan diperbaiki dalam waktu dekat oleh kontraktor.

"Karena masih dalam pemeliharaan, kontraktornya yang akan lakukan pebaikan," jelas Manggas di Balaikota Jakarta, Senin (3/2).

Manggas berkilah sejak diresmikan sebulan lalu, jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Bekasi itu masih tahap pemeliharaan selama 6 bulan. Jika rusak, itu bisa dimaklumi.

"Jalan-jalan rusak yang dilaksanakan 2013 kan masih masuk masa pemeliharaan, 6 bulan masa pemeliharaanya. Jadi rekan-rekan kontraktor yang akan perbaiki," jelas dia.

Data Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dan TMC Polda Metro Jaya mencatat kerusakan JLNT itu lebih pada pengelupasan kulit aspal. Robekan aspal itu berdiameter cukup besar. TMC Polri mencatat ada 3 titik jalan berlubang itu. Sehingga pengendara mobil perlu berhati-hati.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme