Rumah Susun Jadi Solusi Relokasi Korban Banjir-Longsor di Jayapura

Pemerintah Kota Jayapura, Papua, berencana merelokasi warga yang tinggal di di bantaran sungai dan lereng gunung. Upaya ini Pemkot Jayapura dilakukan pascabencana banjir dan longsor di kota itu.

NUSANTARA

Senin, 24 Feb 2014 15:37 WIB

Author

Andi Iriani

Rumah Susun Jadi Solusi Relokasi Korban Banjir-Longsor di Jayapura

Rumah Susun, Relokasi, Banjir-Longsor, Jayapura

KBR68H, Jayapura Pemerintah Kota Jayapura, Papua, berencana merelokasi warga yang tinggal di di bantaran sungai dan lereng gunung. Upaya ini Pemkot Jayapura dilakukan pascabencana banjir dan longsor di kota itu.

Wali Kota Jayapura, Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano mengatakan, warga akan direlokasi ke rumah susun. Ini dilakukan karena keterbatasan lahan permukiman di Jayapura. 

“Saya minta sekarang kita akan bangun rumah susun makanya masyarakat yang tinggal di bukit wilayah longsor di pinggir gunung, itu kita akan masukkan semua di rumah susun tersebut. Rencananya akan dibuat tujuh lantai. Kita  akan survei lokasi kerja sama dengan  Bappeda dan Dinas PU,” ungkap Tomi Mano di Jayapura, (24/2).

Banjir dan longsor sebelumnya terjadi di tiga kawasan di Kota Jayapura pada Sabtu (22/2) lalu. Setidaknya 6 orang tewas, 4 orang lainnya luka berat akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang kawasan APO, Dok V dan Bhayangkara.

Selain merendam tiga kawasan itu, banjir lumpur juga menerjang kantor Gubernur Papua, Markas Kepolisian Papua, dan kantor DPRP. Sejumlah ruas jalan yang menghubungkan pusat kota Jayapura ke kawasan Dok V lumpuh total akibat terjangan lumpur dan material batu.

Pascabencana, Pemkot Jayapura, kata Benhur Tomi Mano, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPDB) Kota Jayapura dan TNI Polri. Tanggap darurat sudah dilakukan dengan cara merelokasi para korban banjir.

“Kita sudah merelokasi para korban, mendirikan posko pengungsian, dan mengurus pemakaman daripada korban tewas,” ujar Benhur Tomi Mano.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi