covid-19

Pembongkaran Villa Puncak Tunggu 'Matahari Tersenyum'

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum bisa memastikan waktu pembongkaran villa liar di Puncak.

NUSANTARA

Selasa, 04 Feb 2014 19:00 WIB

Author

Nur Azizah

Pembongkaran Villa Puncak Tunggu 'Matahari Tersenyum'

pembongkaran villa, puncak, bogor

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum bisa memastikan waktu pembongkaran villa liar di Puncak.

Juru bicara Pemkab Bogor, David Rizal Nugroho mengaku, telah menyerahkan data vila yang akan dibongkar dalam tahap dua ini. Namun, pembongkaran tersebut terlambat dilakukan karena hujan masih terus mengguyur wilayah itu. Ia menegaskan, pembongkaran akan segera dilakukan saat cuaca di kawasan puncak cerah.

"Yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sekarang adalah dari Dinas Tata bangunan dan Pemukiman itu sudah menyampaikan data ke Satuan Polisi Pamong Praja sekitar saya juga lupa datanya sekitar 200 atau 300 yang sudah dilaporkan ke Satpol PP untuk dieksekusi. Untuk waktu eksekusi kan juga kita lihat situasi di lapangan. Pertama, kan sekarang masih hujan situasi cuaca tidak menentu. Tentu ini menyulitkan petugas kami di lapangan. Yang kedua tidak hanya satuan Pol PP yang turun, perlu dinas terkait karena itu menggunakan alat alat berat. Tapi komitmennya jelas itu akan dilakukan secepatnya," terang David kepada KBR68H, Minggu (2/2).

Tahun ini Bupati Bogor Rachmat Yasin menjanjikan bakal membongkar 400 villa di kawasan puncak, termasuk milik para jenderal yang berada di Cisarua hingga Cijeruk. Pembongkaran itu rencananya dilakukan dalam beberapa tahap. Sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta, memberikan hibah berupa dana 5 miliar rupiah dan 3 buah eskavator kepada Kabupaten Bogor.

Pemberian hibah itu bertujuan untuk menertibkan vila atau tempat penginapan liar yang ada di kawasan puncak Bogor. Selain itu dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung program normalisasi hulu sungai Ciliwung.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17