Jemaat Ahmadiyah NTB Diminta Tak Asal Terima Tawaran Transmigrasi

Pengurus Ahmadiyah pusat bakal mengkaji dua tempat yang sudah disiapkan Pemprov NTB sebagai lokasi transmigran bagi warganya yang tinggal di asrama Transito, Mataram.

NUSANTARA

Jumat, 28 Feb 2014 10:39 WIB

Author

Dimas Rizky

Jemaat Ahmadiyah NTB Diminta Tak Asal Terima Tawaran Transmigrasi

Ahmadiyah, Pengungsi Ahmadiyah Transito Mataram, Transmigrasi

KBR68H, Jakarta- Pengurus Ahmadiyah pusat bakal mengkaji dua tempat yang sudah disiapkan Pemprov NTB sebagai lokasi transmigran bagi warganya yang tinggal di asrama Transito, Mataram. Salah satu Pengurus Pusat Ahmadiyah Deden Sujana mengatakan pihaknya tak ingin kejadian seperti di Gili Sengon NTB, terjadi lagi. Saat itu, tempat yang sudah disiapkan pemprov untuk transmigran ternyata tak layak huni.


"Ya bagaimana sih pindah ke suatu tempat yang tidak disediakan apa-apa. Masa kami harus membangun rumah sendiri, cari sekolah sendiri untuk anak-anaknya. Macam-macam lah masalahnya. Lahan kosong saja yang disiapkan. Kita harus analisa yang kita pindahkan ini adalah manusia dan keluarga; ada anak, istri, dan lainnya. Ini layak tidak dipindah ke suatu tempat? Ya harus di tempat yang layak!" tegasnya dalam program Sarapan Pagi KBR6H.


Salah satu Pengurus Pusat Ahmadiyah Deden Sujana minta agar warga Ahmadiyah NTB bersabar menunggu hasil kajian pusat. 


Pemprov NTB telah menyiapkan dua lokasi, di Pulau Sumbawa dan Sulawesi sebagai daerah tujuan transmigran warga Ahmadiyah Transito. Bahkan pemprov mengklaim telah membuat nota kesepahaman bersama dengan dua daerah tersebut untuk memastikan keberlangsungan hidup warga Ahmadiyah di sana.


Editor : Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14