covid-19

Janji Senator Australia pada Korban Pencemaran Laut Timor

Senator Rachel Siewert dari Parliement House Canberra, Australia, berjanji akan menyampaikan masalah warga korban pencemaran Laut Timor ke parlemen, pemerintah dan rakyat Australia.

NUSANTARA

Selasa, 18 Feb 2014 16:32 WIB

Author

Silver Sega

Janji Senator Australia pada Korban Pencemaran Laut Timor

Senator Australia, Pencemaran, Laut Timor

KBR68H, Kupang - Senator Rachel Siewert dari Parliement House Canberra, Australia, berjanji akan menyampaikan masalah warga korban pencemaran Laut Timor ke parlemen, pemerintah dan rakyat Australia.

Rachel Siewart mengatakan ini dalam dialog dengan warga Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, yang diterjemahkan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni. Warga Tablolong adalah salah satu wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban pencemaran Laut Timor.

"Saya akan memastikan, saya akan menggunakan segala cara mekanisme di parlemen dan media, untuk memastikan pesan-pesan Anda sampai ke rakyat Australia dan Pemerintah Australia," kata Senator Rachel Siewert.

Sementara Gustaf Lay, salah satu petani rumput laut di Desa Tablolong, mengatakan budi daya rumput laut, sebelum Laut Timor tercemar pada tahun 2008 mencapai 500 ton per tahun. Setelah Pencemaran tahun 2009, produksi rumput laut  terus menurun. Sehingga tahun  produksi rumput laut hanya tersisa 10 ton per tahun. Jumlah petani rumput laut juga berkurang. Sekarang tersisa 23 orang dari 523 petani rumput laut.

Rachel Siewart berdialog dengan warga Tablolong pada 16 Pebruari lalu. Hari ini (18/2), ia menjadi salah satu pembicara dalam seminar tentang pencemaran Laut Timor di Universitas Nusa Cendana, Kupang. Seminar ini digelar Yayasan Peduli Timor Barat bersama Universitas Nusa Cendana Kupang.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7