Ini Penyebab Aspal JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Mudah Rusak

KBR68H, Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengaku aspal di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang memang mudah rusak. Ini dipengaruhi cara pengerjaannya.

NUSANTARA

Senin, 03 Feb 2014 15:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

Ini Penyebab Aspal JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Mudah Rusak

jalan rusak, jakarta, JLNT

KBR68H, Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengaku aspal di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang memang mudah rusak. Ini dipengaruhi cara pengerjaannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudi menjelaskan banyak masalah dalam pengerjaan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang. Masalah utama pada pemasangan cairan aspal ke beton.

"Intinya hotmix ini problemnya banyak sekali. Aspalnya residu dari BBM Pertamina, aspalnya rendah," jelas Manggas di Balaikota Jakarta, Senin (3/2).

Manggas bercerita, saat aspal dituangkan ke jalan, kondisi beton kebanyakan dalam keadaan basah karena hujan. Sehingga aspal bercampur dengan air dan tidak merekat ke beton.

"Kemudian pelaksanaan di lapangan saat hujan. Karena nggak boleh berhenti pengerjan. Suhu dan beban lalu lintas yang besar, dan lain-lain. Sehingga untuk pengerasan itu cukup sulit untuk diandalkan," jelas Manggas.

Sebelumnya, data Dinas Pekerjaan Umum dan TMC Polri mencatat kerusakan JLNT itu lebih pada pengelupasan kulit aspal. Robekan aspal itu berdiameter cukup besar. TMC Polri mencatat ada 3 titik jalan berlubang itu. Sehingga pengendara mobil perlu berhati-hati.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14