Flu Burung di Padang Pariaman, 200 Ayam Mati Mendadak

Sekitar 200 ekor ayam di Korong Toboh Koto Panjang, Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman sejak sepekan terakhir ditemukan mati mendadak.

NUSANTARA

Rabu, 12 Feb 2014 22:48 WIB

Author

Zulia Yandani

Flu Burung di Padang Pariaman, 200 Ayam Mati Mendadak

Flu Burung, Padang Pariaman, 200 Ayam Mati Mendadak

KBR68H, Padang Pariaman - Sekitar 200 ekor ayam di Korong Toboh Koto Panjang, Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman sejak sepekan terakhir ditemukan mati mendadak.

Hasil rapid tes (tes cepat) yang dilakukan petugas menyatakan, ayam-ayam tersebut positif mengidap virus H5N1 atau flu burung.

Hari Rabu (12/2), tim penanggulangan penyakit hewan menular, Peternakan dan Kehutanan, Kabupaten Padang Pariaman, melakukan pemusnahan unggas dan melakukan penyemprotan disinfektan.

Kepala Seksi Perlindungan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan kehutanan Padang Pariaman, Dahlia mengatakan, kasus flu burung mulai ditemukan di Korong Toboh Koto Panjang sejak Jum'at (7/2) lalu.

Warga melapor kepada petugas, ada ratusan ekor ayam milik sejumlah warga mati mendadak. Hari Minggu sebelumnya diketahui hasil tes positif unggas terkena flu burung.

"Daerah kasus flu burung 1 jorong, yang tadi dimusnahkan induk dan telor yang akan menetas.Jumlah unggas semua yang mati sebanyak 206 ekor," jelas Dahlia.

Populasi ayam di daerah ini totalnya mencapai 440 ekor. Masih ada ratusan ekor lagi yang tersisa. Ayam yang tersisa ini harusnya dimusnahkan. Namun, upaya pemusnahan terkendala karena warga  enggan menyerahkan ayam mereka. Sebab, mereka menganggap ayam mereka masih sehat dan rendahnya biaya ganti rugi dari Rp 2500/ekor hingga 15000/ekor. Kini, ayam yang tersisa adalah milik 35 kepala keluarga (KK) di korong tersebut.

Pada tahun 2013 lalu, kasus flu burung ditemukan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Nan Sabaris, di Kecamatan Lubuk Alung dan di Kecamatan Anam Lingkuang. Kasus flu burung saat itu ditemukan pada ternak itik. Sedikitnya 600 ekor itik dan ayam dimusnahkan.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste