Cara Jokowi Hormati Pejabat Daerah

"Semua sudah lengkap?" tanya Jokowi.

NUSANTARA

Selasa, 04 Feb 2014 19:06 WIB

Author

Heru Hendratmoko

Cara Jokowi Hormati Pejabat Daerah

Jokowi, inspiratif, Joko Widodo

KBR68H, Bogor - Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi adalah magnet bagi media. Dan tampaknya Jokowi sadar betul tentang ini. Apa pun yang dia lakukan, apa pun yang ia ucapkan, selalu jadi berita.


Tapi Jokowi juga berbeda dengan para pejabat tinggi kebanyakan yang selalu ingin menjadi pusat perhatian. Latar belakang budaya Jawa tampaknya masih kuat melekat pada dirinya.


Dalam acara tanam pohon di Telaga Saat, Bogor, misalnya, sikapnya yang menghormati tuan rumah sangat kelihatan. Pada acara seremonial, sesudah sambutan Bupati Bogor Rahmad Yasin, Jokowi menolak untuk berpidato.


Ketika seluruh hadirin dan wartawan memintanya untuk maju ke panggung, Jokowi pun meraih mikrofon dan berpidato sangat pendek. "Masalahnya sudah jelas, solusinya juga sudah jelas. Mari kita kerjakan saja," katanya seraya melangkah menuju areal penanaman.


Hal yang sama terjadi lagi usai penanaman pohon. Wartawan yang meliput acara tampak tak sabar menunggu pernyataan Jokowi. Gubernur Jakarta ini pun meminta semua wartawan berkumpul. "Semua sudah lengkap?" tanya Jokowi.


Dan ketika puluhan wartawan sudah mengelilinginya, Jokowi lantas berujar, "Nah sekarang silakan Pak Bupati bicara." 


Bupati Rahmad Yasin yang berada di samping Jokowi pun sempat kaget sejenak, sebelum bicara tentang perlunya kerjasama antar pemerintah daerah dalam mengatasi bencana banjir.


Menurut pegiat anti korupsi Teten Masduki yang juga ikut atas undangan Green Radio, sikap menghormati pejabat daerah yang ditunjukkan Jokowi adalah cerminan kultur dan sikap respek terhadap orang lain. 


"Pak Jokowi itu sangat memegang etika dalam hubungan sosial," katanya.


Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik