Ahok: Kalau Mesinnya Weichai, Berarti Bukan Standar Internasional Dong

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan ada indikasi kecurangan dalam proyek pengadaan bus yang diambil dari Cina.

NUSANTARA

Rabu, 19 Feb 2014 21:57 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Ahok: Kalau Mesinnya Weichai, Berarti Bukan Standar Internasional Dong

Ahok, Weichai, tandar Internasional, bus

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan ada indikasi kecurangan dalam proyek pengadaan bus yang diambil dari Cina.

Menurut dia, penjual di Cina dapat menyesuaikan harga yang diinginkan pembeli. Seperti pada bus tingkat yang dalam dokumen berstandar internasional. Namun, pada kenyataannya tidak berstandar internasional.

"Tapi indikasi itu ada, misalnya contoh tender itu boleh disebutkan setara dengan Mercedez Benz atau dengan Volvo, Scania. Saya tidak bilang mesti standar internasional seperti Singapura bus tingkat itu ya. Tapi ini masih berani bikin dokumennya apa, seperti bus wisata kita, dia bilang itu ada lisensi Australia jadi dia bilang standar internasional. Kalau mesinnya Weichai berarti bukan internasional dong. Menurut persepsi kalian gimana? Kalau saya bilang standar internasional itu mestinya nama bodi internasional dong. Ya bukan, tapi kenapa semua panitia mempersepsikan itu semua internasional," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (19/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menambahkan, bus-bus tingkat yang didatangkan dari negeri tirai bambu itu masih bermesin Cina namun menggunakan lisensi dari Australia.

Ia menambahkan, setelah proyek pengadaan bus tingkat, pihaknya melarang pengadaan barang melalui tender. Nantinya semua pengadaan barang harus melalui e-katalog sehingga pembelian barang bisa diawasi.

Sebelumnya, puluhan bus Transjakarta yang didatangkan dari Cina kondisi mesinnya berkarat. Pemprov menduga bus tersebut hanya dipercantik kulitnya saja dan merupakan barang bekas. Dalam kasus ini, Udar Pristono dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Program Restrukturisasi Jiwasraya

Kabar Baru Jam 8

Kapan Kekebalan Terbentuk Usai Vaksinasi Covid-19?

Kabar Baru Jam 10