Bagikan:

Wujudkan Jogja Republik Sepeda

Di masa lalu, Yogyakarta dikenal luas sebagai kota Sepeda.

NUSANTARA

Senin, 18 Feb 2013 17:23 WIB

Wujudkan Jogja Republik Sepeda

sepeda, DIY

KBR68H, Yogyakarta- Di masa lalu, Yogyakarta dikenal luas sebagai kota Sepeda. Oleh karena itu sepeda kini menjadi salah satu ikon yang memiliki sejarah panjang di Yogyakarta. Berbagai upaya untuk kembali menumbuhkan kesadaran akan manfaat bersepeda terus dilakukan, diantaranya dengan berbagai kampanye, pendirian komunitas bersepeda dan dukungan infrastruktur perkotaan yang lebih ramah terhadap pengendara bersepeda. Kesadaran warga masyarakat Yogyakarta untuk mencintai gaya hidup sehat dalam berkendara seakan menimbulkan kebutuhan tersendiri di tengah kepadatan lalu lintas Yogyakarta yang semakin bertambah.

Sehubungan dengan hal itu Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Roy Suryo, bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Rektor UGM,Pratikno meluncurkan gerakan Daulat Bersepeda di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Peluncuran gerakan ini ditandai dengan penandatangan prasasti komitmen bersama mewujudkan ‘Jogja Republik Sepeda’.  Kegiatan yang dihadiri oleh komunitas sepeda di Yogyakarta ini dimulai dengan mengendarai sepeda dari halaman Fisipol UGM menunju Kraton Yogyakarta. Rektor UGM dan Menpora turut mengayuh sepeda bersama dengan rombongan menuju Keraton Yogyakarta.

Menpora menjelaskan gerakan bersepeda ini ditujukan untuk meningkatkan semangat dari segenap elemen komunitas sepeda mengenai kesadaran bersepeda. Gerakan ini diharapkan menjadi momentum guna mendorong sinergi kerjasama antara komunitas-komunitas sepeda di Yogyakarta. Menurutnya gerakan ini mendukung dari apa telah diinisiasi Universitas Gadjah Mada menjadikan area kampus sebagai lingkungan sepeda dan gagasan sego segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) di kota yogyakarta.

“Saya kira ini cukup bagus, apalagi UGM sudah membuka rute sepeda dan mendirikan kantong parkir khusus sepeda. Bisa dimaknai ini gerakan cinta lingkungan, cinta kampus dan cinta olahraga,” kata Roy Suryo kepada wartawan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap dengan adanya gerakan daulat bersepeda ini dapat menggugah kesadaran masyarakat Yogyakarta untuk lebih peduli pada gaya hidup sehat dan mendukung upaya pengurangan polusi lingkungan. “Tapi Kota Yogyakarta juga punya problem kepadatan lalu lintas. Kalau tidak pakai masker, justru kesehatan kita yang menurun. Kondisi di kampus berbeda dengan di jalan raya. Lebih baik pakai masker saat bersepeda,” kata Sultan singkat.

Sementara Rektor UGM menyambut baik dukungan yang diberikan kemenpora dan Gubernur DIY untuk menandatangani komitmen mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Republik Bersepeda. Menurutnya gerakan ini bisa menginspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama. “Selain sehat, bersepeda mendukung upaya gerakan ramah lingkungan,” katanya.

Sumber: Radio Unisi FM

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua