Sepi Pengunjung, Perpustakaan Desa di NTB Dipindah ke Masjid

952 perpustakaan desa di Nusa Tenggara Barat akan dipindah ke masjid karena sepi pengunjung.

NUSANTARA

Kamis, 28 Feb 2013 15:04 WIB

Author

Radio Global FM Lombok

Sepi Pengunjung, Perpustakaan Desa di NTB Dipindah ke Masjid

perpustakaan, NTB

KBR68H, Mataram– 952 perpustakaan desa di Nusa Tenggara Barat akan dipindah ke masjid karena sepi pengunjung. Perpindahan itu berdasar permintaan masyarakat, karena masjid dinilai lebih mudah diakses daripada kantor desa. Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) NTB, menyatakan etiap desa diberikan seribu eksemplar buku dan 2 rak buku untuk perpustakaan desa. Tapi ditemukan juga ada desa yang belum membuka kardus berisi buku bantuan itu.

" Ternyata permintaan masyarakat tidak mau buku itu di kantor desa, karena sulit datang katanya. Sebenarnya mereka ingin baca, mereka ingin cari tempat yang di luar kantor desa yang bisa diakses oleh masyarakat. Ternyata lebih bagus di masjid, karena mereka bisa datang di masjid. Kalau bisa dibangunkan di halaman masjid itu malah bagus sekali. Nah ini yang perlu kita koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga,”  kata Arsyad Gani.
 
Arsyad menuturkan, Kepala Desa (Kades) sudah setuju dengan rencana perpindahan itu. Paling tidak satu desa minimal satu masjid yang akan dijadikan lokasi perpustakaan. Jumlah masjid di NTB sebanyak 4.762 buah yang tersebar di 1.116 desa se-NTB. Di beberapa masjid biasanya secara swadaya telah membangun ruangan khusus untuk perpustakaan atau tempat menyimpan kitab suci Al Qur’an.
 
Tahun ini lanjut Arsyad, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menganggarkan dana dari APBD NTB sebesar Rp 500 juta untuk pengadaan buku di 82 desa. Tidak semua desa memang diberikan bantuan perpustakaan dan pengadaan buku, karena harus dicari desa yang sudah memiliki kantor. Hal itu disebabkan adanya pemekeran desa, sehingga di beberapa desa, kantor desanya masih sedang dibangun atau mengontrak.

Sumber: Radio Global FM Lombok

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)