Rembang Kembangkan Biogas dari Kotoran Sapi

Melimpahnya kotoran ternak sapi, membuat Pemerintah Kabupaten Rembang kian bersemangat mengembangkan energi biogas, untuk sarana memasak dan penerangan listrik.

NUSANTARA

Senin, 18 Feb 2013 09:53 WIB

Author

Radio R2B Rembang

Rembang Kembangkan Biogas dari Kotoran Sapi

biogas, kotoran sapi, rembang

Melimpahnya kotoran ternak sapi, membuat Pemerintah Kabupaten Rembang kian bersemangat mengembangkan energi biogas, untuk sarana memasak dan penerangan listrik.

Kepala Bidang Migas Dan Energi Dinas ESDM Rembang Imam Teguh Susatyo mengatakan, pemerintah pusat tengah gencar mendongkrak pemanfaatan energi alternatif, salah satunya biogas yang bisa dihasilkan dari kotoran sapi.

Tahun ini melalui pencairan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 480-an juta, pihaknya akan membangun 40 unit instalasi biogas, masing masing di desa Dowan Kec. Gunem (10 unit), desa Ketangi Kec. Pamotan (15 unit) dan desa Bogorejo Kec. Sedan (15 unit).

Menurut Imam, cara kerja sistem ini cukup sederhana. Kotoran sapi dicampur air ke dalam tampungan berkapasitas 20 kilo gram kotoran sapi. Setelah melewati 6 hingga 8 jam, langsung terfermentasi dan berproses menjadi biogas. Semakin banyak kotoran sapi yang dimasukkan ke tabung khusus biodigester, jumlah gas sebagai bahan bakar akan bertambah.

Sebelum proyek berjalan, Dinas Energi Sumber Daya Mineral memastikan kesanggupan penerima. Hal itu penting, guna mengantisipasi jangan sampai bantuan terbengkalai.

Seorang warga desa Ketangi Kec. Pamotan, Jauji memperkirakan potensi kotoran sapi di desanya per hari bisa mencapai ratusan kilogram, karena hampir setiap kepala keluarga merawat ternak sapi.

Selama ini paling banyak difungsikan untuk memupuk lahan persawahan, sehingga sangat bagus kalau warga mencoba pembuatan biogas secara mandiri. Yang penting sosialisasi dulu, termasuk pemahaman ada tidaknya bau kotoran sapi, begitu digunakan memasak. Konon memang api yang dihasilkan stabil tanpa bau kotoran sapi, sama saja seperti api gas elpiji.

Jauji menambahkan warga penasaran. Bukan hanya karena uji coba kali pertama, tetapi mereka ingin menghemat pengeluaran, ditengah harga gas elpiji terus melambung dan rencana kenaikan tarif dasar listrik oleh PLN.

Sumber: Radio R2B Rembang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Pernyataan Menhan TNI Terpapar Radikalisme Timbulkan Polemik