Pernikahan Remaja di Kalbar Masih Tinggi

Pernikahan anak usia 10 hingga 19 tahun di Kalimantan Barat mencapai 47,8 persen, sedangkan di tingkat nasional mencapai 46,7 persen.

NUSANTARA

Rabu, 27 Feb 2013 14:01 WIB

Author

Radio Volare FM

Pernikahan Remaja di Kalbar Masih Tinggi

pernikahan dini, kalbar

KBR68H, Pontianak- Pernikahan anak usia 10 hingga 19 tahun di Kalimantan Barat mencapai 47,8 persen, sedangkan di tingkat nasional mencapai 46,7 persen.
 
Deputi Tumbuh Kembang anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wahyu Hutomo mengungkapkan pernikahan dan proses persalinan pada remaja usia 10 hingga 14 tahun meningkatkan risiko kematian saat persalinan hingga 5 kali lipat dibandingkan kelompok usia 20 hingga 24 tahun.

Lebih lanjut Wahyu menyatakan beragam permasalah terkait dengan tumbuh kembang anak di Kalbar,diantaranya  kematian ibu selama masa kehamilan dan persalinan, kematian anak, minimnya tenaga kesehatan yang mendampingi persalinan, rendahnya jumlah ibu menyusui, rendahnya persentase Posyandu aktif serta kasus gizi buruk pada balita, angka partisipasi PAUD, lama rata-rata Sekolah dan angka partisipasi murni. 

Dalam rangka memperkuat kolaborasi multipihak untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Kalimantan Barat (Kalbar), Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama pemerintah Provinsi mengelar lokarya, yang dihadiri Gubernur Kalbar, pemerintah tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, perwakilan Forum anak, lembaga keagamaan, organisasi profesi serta universitas di Kalbar.

Direktur nasional WVI Indonesia, Tjahjono Soerjodibroto mengatakan, mitra pelayanan wahana visi meyakini faktor kesehatan dan pendidikan menjadi dasar serta daya ungkit peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar.  Menurutnya pemenuhan hak kesehatan dan pendidikan anak demi kualitas sumber daya manusi yang cerdas, mandiri dan berdaua saing tinggi, masih mendapat banyak tantangan.

Tjahjono berharap melalui lokakarya ini akan terjadi dialog lintas pemangku kepentingan untuk memetakan tantangan dan potensi serta langkah-langkah strategi untuk peningkatan IPM.

Sumber: Radio Volare FM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Penyalahgunaan Narkoba di kalangan Pelajar dan Mahasiswa Meningkat, Penerapan Regulasi Tidak Tepat Sasaran

Kabar Baru Jam 7