Perempuan di Medan Ancam Golput pada Pilgub Sumut

Sebanyak 5 juta pemilih perempuan terancam tidak akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 7 Maret 2013 mendatang. Pasalnya, keberpihakan pasangan calon gubernur kepada kaum perempuan dan responsif gender masih belum

NUSANTARA

Jumat, 15 Feb 2013 16:24 WIB

Author

Radio Star News FM

Perempuan di Medan Ancam Golput pada Pilgub Sumut

Perempuan, Pilgub Sumut

KBR68H, Medan - Sebanyak 5 juta pemilih perempuan terancam tidak akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 7 Maret 2013 mendatang. Pasalnya,  keberpihakan pasangan calon gubernur kepada kaum perempuan dan responsif gender masih belum jelas.
 
"Saya telah mengkoordinir sejumlah organisasi perempuan. Jika tidak ada kejelasan untuk menuntaskan segala permasalahan terkait dengan perempuan, maka kita memutuskan akan golput dalam Pilkada mendatang,” ancam Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Kemala Wati.
 
Kemala Wati mengajak para pasangan calon gubernur dan wakilnya untuk membayangkan jika 5 juta pemilih perempuan di Sumut tidak memilih siapapun dari seluruh kandidat yang bertarung dalam Pilgubsu itu.
 
Ia menilai keberpihakan pasangan calon gubernur dan wakilnya kepada perempuan dan responsif gender dalam pembangunan Sumatera Utara masih tidak jelas.
 
“Karena, belum ada tindakan nyata tentang program konkrit dari para pasangan itu jika terpilih menjadi pemimpin Sumut kedepan. Jika itu terjadi, maka sejumlah kaum perempuan mengancam golput,” sebutnya.
 
Tanggapan Calon Wakil Gubernur

Terkait hal ini Calon Wakil Gubernur Soekirman, meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan memberikan solusi dan mengajarkan pemerintah setempat tentang cara menyusun anggaran terhadap responsif gender itu.

"Jika kita tahu mana yang belum dijalankan dan sudah dijalankan, upaya yang berkaitan dengan anggaran responsif gender itu akan optimal. Kmenterian PP dan dinas terkait juga bisa memberikan pandangan dan pembelajaran bagaimana menyusun anggaran tersebut agar bisa optimal dan tepat sasaran,” sebut pasangan nomor urut 1 itu.

Sementara Calon Wakil Gubernur Jumiran Abdi memastikan, pihaknya mendukung segala bentuk peningkatan dan penuntasan permasalahan tentang perempuan.
 
"Ketua partai kita saja perempuan, bagaimana bisa kita tidak memberikan dukungan tentang sesuatu yang berkaitan dengan perempuan. Jangan meragukan program apa yang akan kita laksanakan untuk meningkatkan pemberdayaan terhadap perempuan," kata pasangan nomor urut 2 ini.
 
Sedangkan Ketua Tim Pemenangan pasangan Charly (Chairuman-Fadly) menegaskan, kepedulian terhadap perempuan tidak diragukan lagi, karena perempuan wajib dimuliakan. "Program dari pasangan Charly pasti mengkedepankan tentang kesempatan dan peluang peningkatan perempua,” ujarnya.
 
Karena, katanya, pasangan Charly memberikan kesempatan kepada kaum perempuan, tapi tidak untuk yang 'karbitan'. “Jadi, perempuan yang sudah menonjol, harus berani tampil,” katanya.

Selanjutnya Calon Wakil Gubernur HT Erry Nuradi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan janji tapi bukti di lapangan. "Program PNPM di Serdang Berdagai sudah digunakan 10 ribu perempuan. Maka, bukti saja yang kita berikan, tidak janji," tegas pasangan nomor 5 ini.
 
Sumber: Star Berita 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Prabowo Masuk Kabinet, Pengusutan Kasus HAM Diprediksi Mangkrak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13