Bagikan:

Pemkab Rembang Anggaran Rp 2,4 Miliar Bangun PLTS

Kabar melegakan bagi warga dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu. Mereka yang selama ini nyaris terisolir, tinggal di tengah hutan perbatasan kabupaten Rembang dan Blora tersebut, sebentar lagi akan mendapatkan fasilitas penerangan listrik lebih memadai.

NUSANTARA

Senin, 11 Feb 2013 17:09 WIB

Pemkab Rembang Anggaran Rp 2,4 Miliar Bangun PLTS

plts, rembang

Kabar melegakan bagi warga dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu. Mereka yang selama ini nyaris terisolir, tinggal di tengah hutan perbatasan kabupaten Rembang dan Blora tersebut, sebentar lagi akan mendapatkan fasilitas penerangan listrik lebih memadai.

Sebelumnya, 65-an kepala keluarga dusun Ngotoko memanfaatkan sarana penerangan dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sistem tersebar. Masing masing rumah diberi semacam piranti, guna menangkap sinar matahari dan menyimpan arus ke dalam accu. Tetapi kekuatan dayanya sangat kecil sekira 50 watt, rata-rata hanya mampu menyalakan dua lampu. Mobilitas wargapun terbatas, bahkan mereka tidak bisa mendengarkan radio, menonton televisi apalagi menggunakan kulkas.

Juminah, salah satu warga dusun Ngotoko mengaku terpaksa menyalakan lampu teplok, berbahan bakar solar. Ia menunjukkan accu PLTS nya sudah lama rusak, kalaupun tetap dipakai tidak bisa maksimal menerangi ruangan.

Anggaran Rp 2,4 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tingkat pusat tahun ini dikucurkan, untuk mengatasi masalah listrik dusun Ngotoko.

Kepala Bidang Migas Dan Energi, Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kab. Rembang, Imam Teguh Susatyo menjelaskan pihaknya bulan Juni nanti, akan mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya sistem komunal atau terpusat. Ada semacam gardu induk, lengkap pula dengan jaringan kabel dan tiang listrik, yang menuju ke rumah rumah penduduk.

Meski sama sama mengandalkan tenaga matahari, namun cara ini diyakini mampu menghasilkan daya listrik jauh lebih besar, per rumah antara 200 – 250 watt, sehingga kelak warga bisa menikmati tayangan televisi dan yang pasti suasana dusun Ngotoko tak lagi seperti dusun mati pada malam hari.

Imam Teguh Susatyo menambahkan persiapan terus berjalan, diantaranya pengadaan lahan 10 x 10 meter sebagai lokasi gardu PLTS, termasuk merencanakan pelatihan beberapa warga setempat untuk merawat jaringan. Menurutnya cara tersebut lebih tepat, lantaran kalau memasukkan jaringan listrik PLN membutuhkan dana cukup besar.

Sumber: Radio R2B Rembang 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Aturan Jilbab Sekolah Negeri, Lampu Kuning Arah Pendidikan

Most Popular / Trending