Pejuang Aturan Calon Independen Daftar Jadi Calon Gubernur NTB

Pejuang lahirnya regulasi calon perseorangan atau calon independen asal Lombok Tengah (Loteng) Lalu Ranggalawe Senin (11/2) pagi tadi mendaftar ke KPU NTB menjadi calon gubernur NTB.

NUSANTARA

Senin, 11 Feb 2013 18:04 WIB

Author

Global FM Lombok

Pejuang Aturan Calon Independen Daftar Jadi Calon Gubernur NTB

Calon Independen, NTB

KBR68H, Mataram - Pejuang lahirnya regulasi calon perseorangan atau calon independen asal Lombok Tengah (Loteng) Lalu Ranggalawe Senin (11/2) pagi tadi mendaftar ke KPU NTB menjadi calon gubernur NTB.

Lalu Ranggalawe mendaftar bersama pasangannya Abdul Muchlis yang diantar oleh ratusan pendukungnya. Pasangan Lalu Ranggalawe dan Abdul Muchlis atau paket “Laris” maju sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur melalui jalur perseorangan. Pasangan ini telah menyerahkan syarat dukungan sebanyak 293 ribu lebih dari 271 ribu syarat dukungan minimal sesuai dengan aturan KPU.
 
Lalu Ranggalawe mengatakan, pihaknya ingin membuka pencerdasan politik ke depan, sehingga setiap orang memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat berhadapan dengan kandidat yang didukung oleh partai politik (parpol).  “Ini adalah pendidikan politik kepada adik-adik yang ingin menjadi gubernur atau bupati walikota tanpa melalui partai politik,” ujar Ranggalawe.
 
Ia menilai, penataan  pemerintahan di provinsi NTB masih bersifat tertutup dan ekslusif sehingga ruang berkomunikasi dengan masyarakat yang bersifat partisipatif masih kurang. Masyarakat yang memiliki mandat dan kedaulatan kepada pemerintahan sehingga ruang komunikasi dengan masyarakat tidak boleh dibatasi.
 
Pasangan “Laris” diantar oleh ratusan pendukungnya ke KPU provinsi NTB dengan mengenakan baju adat. Sebagai hiburan, pasangan ini membawa kesenian tradisional masyarakat Sasak yaitu Gendang Beleq dan Praje yang dinaiki dua anak kecil.
 
Lalu Ranggalawe adalah orang yang menggugat pasal 56 Ayat 2 UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Ia mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK)  tahun 2007 lalu dan berhasil merevisi pasal tersebut. Dengan demikian, calon kepala daerah yang tidak memiliki dukungan parpol dibolehkan oleh undang-undang untuk menjadi calon perseorangan.

Sumber: Radio Global FM Lombok

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak