Mahasiswa Ponpes di NTB Dapat Beasiswa S2 Kedokteran dan Keguruan

Mahasiswa Pondok Pesantren (Ponpes) NTB akan diberikan beasiswa murni untuk jenjang S2 kedokteran dan keguruan.

NUSANTARA

Kamis, 28 Feb 2013 14:59 WIB

Author

Radio Global FM Lombok

Mahasiswa Ponpes di NTB Dapat Beasiswa S2 Kedokteran dan Keguruan

pondok pesantren, NTB, beasiswa

KBR68H, Mataram- Mahasiswa Pondok Pesantren (Ponpes) NTB akan diberikan beasiswa murni untuk jenjang S2 kedokteran dan keguruan. Beasiswa itu diberikan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Universitas Islam Malang (Unisma). Kepala Biro Administrasi Kerjsama dan Sumber Daya Alam (SDA) NTB,  Muhammad Nasir  mengatakan, pemerintah NTB diminta untuk menyeleksi calon mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.

“ Konsep kerjasama yang ditawarkan Unisma adalah pemberian beasiswa kepada Pondok Pesantren khususnya untuk kedokteran dan S2 keguruan. Output yang diinginkan dari nanti Pemda yang membantu Unisma dalam hal seleksi calon mahasiswa. Pada akhirnya mahasiswa ini nanti setelah tamat dia akan mengabdikan diri lagi ke Pondok Pesantren,” kata  Muhammad Nasir.
 
Nasir menuturkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Ponpes se-NTB agar mempersiapkan mahasiswanya, seperti memberikan pengayaan dan lainnya. Dengan demikian, peluang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa itu terbuka lebar. Karena kesempatan itu sangat luar biasa untuk mencetak tenaga dokter dan tenaga pengajar yang bisa mengabdi di NTB. Mereka bisa mengabdi pada clinic di Ponpes atau tempat lainnya. 
 
Tahun lalu lanjut Nasir, Unisma secara melakukan seleksi terhadap mahasiswa asal Ponpes di NTB. Hasilnya dari 16 mahasiswa yang mengikuti seleksi dinyatakan tidak lulus, sehingga Unisma tahun ini menggandeng Pemda NTB untuk menyeleksinya. “ Jika perlu yang lulus itu lebih banyak, karena tidak diberikan batasan. Masyarakat umum juga bisa mengikuti seleksi ini yang nantinya akan dicarikan formulanya,” bebernya.

Sumber: Radio Global FM Lombok

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10