Kejari Aceh Dilarang Keluar Daerah Tanpa Izin dari Kejati

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh T Syahrizal meminta kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) di kabupaten-kota untuk tidak meninggalkan daerah tanpa seizin Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.

NUSANTARA

Senin, 25 Feb 2013 17:51 WIB

Author

radio antero fm

Kejari Aceh Dilarang Keluar Daerah Tanpa Izin dari Kejati

kejati Aceh

KBR68H, Banda Aceh- Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh T Syahrizal meminta kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) di kabupaten-kota untuk tidak meninggalkan daerah tanpa seizin Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala kejaksaan Tinggi Aceh saat pelantikan dan serah terima jabatan 12 pejabat di jajaran kejaksaan tinggi Aceh Senin pagi.

T Syahrizal mengatakan tahun 2013 merupakan tahun politik, sehingga Kejari yang merupakan unsur Muspida harus selalu berada di daerah masing-masing memantau   perkembangan dan situasi Aceh menjelang pemilu 2014. Diakui Syahrizal, hal yang sama juga berlaku bagi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, juga harus ada izin dari Kejaksaan Agung jika ada keperluan di luar daerah.

“Jadi saya himbau Kejari jangan ada meninggalkan daerahnya tanpa izin saya, ntar kalau ada kejadian dia nggak ada di tempat bagaimana? dan ini juga berlaku untuk saya”lanjutnya.

Syahrizal menambahkan, menghadapi Pemilu 2014  jaksa-jaksa khusus diperisiapkan untuk menangani kasus-kasus dalam pemilu.

Hari ini, 12 pejabat dilantik, tiga orang diantaranya merupakan kepala kejaksaan negeri (Kejari), masing-masing  Langsa, Blang kejeren dan Kuta cane.

Kejari Langsa dijabat Muhammad Miftahol Arifin, yang sebelumnya bertugas sebagai koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, kemudian Kejari Blangkejeren dipegang Muhammad Husen, sebelumnya bertugas sebagai koordinator pada Kejaksaan Tinggi Palembang, dan Adi Dikdaya didapuk menjadi Kejari Kuta Cane.

Sumber: Radio Antero FM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17