Bagikan:

Dua Petugas Survei Hilang di Merauke

Dua petugas survey PT Merauke Rayon Jaya, Diah Puspasari dan Ipsan Nanera yang merupakan purnawirawan TNI AD, hilang sejak 9 Februari lalu. Ia hilang usai kembali melakukan survei Kampung Selouw Distrik Muting, Kabupaten Merauke.

NUSANTARA

Rabu, 27 Feb 2013 17:09 WIB

Dua Petugas Survei Hilang di Merauke

Petugas Survei, Merauke

KBR68H, Jayapura -  Dua petugas survey PT Merauke Rayon Jaya, Diah Puspasari dan Ipsan Nanera yang merupakan purnawirawan TNI AD, hilang sejak 9 Februari lalu. Ia hilang usai kembali melakukan survei Kampung Selouw Distrik Muting, Kabupaten Merauke.

Juru bicara Polda Papua I Gede Sumerta Jaya menuturkan, kepolisian setempat dengan anggota survei telah melakukan pencarian sebanyak tiga kali, namun belum juga ditemukan. ”Pencarian terakhir, polisi melakukan pencarian dengan tim SAR Merauke ke sekitar kampung itu. Namun belum juga ditemukan,” jelas I Gede di Jayapura, Rabu (27/2).
 
Dalam laporan polisi, kedua orang inimelakukan survei ke arah selatan dengan rombongan 18 orang, sedangkan satu tim lainnya dipimpin Didik Sukamto  dengan jumlah 10 orang melakukan survey ke arah utara. “Petugas Survei menuju lokasi pada tanggal 6 Februari dan kembali ke Muting pada 9 Februari. Mereka melakukan survei lahan untuk dijadikan hutan industri,” katanya.

PT Merauke Rayon Jaya bergerak dibidang Hutan Tanaman Industri dengan ijin Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK/251/MenHut-II/2008, perubahan atas keputusan Menhut No SK/05/KPTS-II/1998 tentang pemberian hak pengusahaan huatan tanaman industry pulp atas arela seluas 206.800 hektar di Papua. Kegiatan operasioanl telah dilakukan di Kabupaten Boven Digoel sejak tahun 2007-2011 dalam observasi lahan. Tahun 2012 vacum, dan tahun 2013 mulai melakukan survey di Kabupaten Merauke. (Katharina Lita)

Sumber: Radio Swara Nusa Bahagia

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending