Bagikan:

Dosen di Yogyakarta Raih Gelar Doktor Berkat Biji Jinten Hitam

Saat ini Biji Jinten Hitam telah dikenal masyarakat sebagai bahan jamu untuk pengobatan herbal.

NUSANTARA

Kamis, 07 Feb 2013 12:48 WIB

Dosen di Yogyakarta Raih Gelar Doktor Berkat Biji Jinten Hitam

biji jinten hitam, akrom, doktor

KBR68H, Yogyakarta- Saat ini Biji Jinten Hitam telah dikenal masyarakat sebagai bahan jamu untuk pengobatan herbal. Jinten Hitam mampu mengobati berbagai kelainan antara lain sebagai imunomodulator, antivirus, antidiabetes mellitus, antikanker, antiasma dan antiepilepsi.

Berdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, diketahui ekstrak heksan biji jinten hitam (EHBJH) juga potensial untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif antikarsinogenesis yang cocok untuk penderita imunodefisiensi misalnya pada pasien terinfeksi HIV-AIDS yang mengalami penurunan jumlah sel CD4.

“Keberhasilan biji jinten meningkatkan jumlah sel CD4 dan CD8 serta berdampak pada populasi sel CD4CD25Treg memberikan harapan pada pasien-pasien HIV-AIDS yang menjalani terapi antiretroviral sebagai terapi ajuvan,” demikian yang disampaikan dosen farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta,   Akrom  saat mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran UGM.

Akrom menjelaskan, meskipun skala penelitian baru sampai tahap laboratorium melalui pemberian ekstrak heksan biji jinten hitam pada Tikus, namun mampu menurunkan 81% – 97% tingkat kematian, menghambat kerusakan hepar dan ginjal serta meningkatkan jumlah lekosit dan hemoglobin.

Akrom akhirnya berhasil meraih gelar doktornya setelah meyakinkan para penguji.

Sumber: http://unisifm.com/news/dosen-farmasi-universitas-ahmad-dahlan-yogyakarta-raih-gelar-doktor-berkat-biji-jinten-hitam-yogya-radio-jogja

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua