Bank Dunia Tawarkan Program Belajar dengan Energi Surya di Papua

Bank Dunia tawarkan program kerja sama di bidang pendidikan dengan Provinsi Papua.

NUSANTARA

Senin, 25 Feb 2013 14:59 WIB

Author

Andi Iriani

Bank Dunia Tawarkan Program Belajar dengan Energi Surya di Papua

bank dunia, energi surya, papua

KBR68H, Jayapura – Bank Dunia tawarkan program kerja sama di bidang pendidikan dengan Provinsi Papua.Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Ellia Loupatty mengungkapkan, program kerja yang ditawarkan Bank Dunia berupa program belajar di luar sekolah dengan alat bantu penerangan solar cel atau energi Surya berkekuatan satu watt.

Selama ini, kata dia, anak anak yang tinggal di daerah pedalaman Papua kesulitan untuk belajar di luar jam sekolah karena terkendala penerangan.
“Dari hasil peneletian mereka menunjukkan bahwa anak anak itu sebenarnya cerdas tetapi karena hambatan dari alat peneranagn itu sehingga cerdasnya tidak nampak. Inilah yang sedang diintrodusir oleh bank dunia dan mereka hadir di Provinsi ini untuk menawarkan program itu,” ungkap Ellia. 

Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Ellia Loupatty mengatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan Bank Dunia, penggunaan lilin atau pelita berdampak pada kesehatan. Selain itu juga bisa menyebabkan bencana seperti kebakaran. 

Lebih jauh kata dia, untuk program ini Bank dunia akan memberikan pendampingan secara tekhnis kepada para pendamping Rencana Strategis Pembangunan Kampung (Respek) yang berada di kampung-kampung. Karena mereka yang berada di lapangan dan berhubungan langsung dengan masyarakat.

Ditanya apakah Bank Dunia akan memberikan bantuan dana, Elia mengaku belum ada pembicaraan terkait hal itu. Dia menambahkan, menindaklanjuti program ini pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk tim baik dari Dinas Pendidikan, Dinas Pertambangan Energi terkait penggunaa solar cell, maupun dari Dinas Pemberdayaan Kampung terkait pendampingan teknis.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber