Bagikan:

Upaya Kendalikan Harga Pangan, Pemkot Bogor Bangun Gudang dan Pertanian Perkotaan

Upaya lain untuk mengendalikan harga pangan adalah melalui pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming, bekerja sama dengan CSR Bank Indonesia.

NUSANTARA

Selasa, 17 Jan 2023 22:41 WIB

harga pangan

Ilustrasi. Pengunjung melihat tanaman saat Festival Urban Farming 2022 di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/12/2022). (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)

KBR, Jakarta - Wakil Wali Kota Bogor Dedi Abdul Rachim mengklaim telah mengupayakan pengendalian harga pangan, termasuk kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke pasar untuk memantau perkembangan harga.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor misalnya tengah membangun gudang bahan pangan untuk menjaga stok pangan. Salah satu komoditas pangan yang menjadi perhatian adalah beras.

"Sehingga ketersediaan pangan kita seperti beras, minyak, dan lain-lain, tidak selalu tergantung pada pihak ketiga. Kalau kita punya pergudangan untuk bisa memenuhi kebutuhan paling tidak di 14 pasar di kota Bogor, maka pasokan-pasokan beras misalnya, yang selama ini mungkin fluktuatif harganya karena memang terjadi kegagalan panen di daerah, atau adanya cuaca ekstrem dan sebagainya. Itu bisa dipenuhi dengan adanya stok yang kita miliki dan kita bisa distribusikan setiap saat apabila ada kekurangan pasokan," kata Dedie saat dihubungi KBR, Selasa (17/1/2023).

Baca juga:


Pertanian perkotaan

Wakil Wali Kota Bogor Dedi Abdul Rachim mengatakan langkah lain yang telah dilakukan adalah pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming, bekerja sama dengan CSR Bank Indonesia.

Khususnya untuk komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kota Bogor, yaitu bawang putih, bawang merah, dan berbagai jenis cabai.

"Nah ini salah satu program yang dibuat adalah pembuatan green house untuk bawang misalnya. Kemudian kita membagikan bibit cabai kepada masyarakat, supaya masyarakat kalau untuk memenuhi kebutuhan dapur ya. Cabai rawit, cabai hijau atau yang lain-lain yang mungkin bisa mudah ditanam ya, masyarakat harusnya bisa juga membantu untuk mengurangi permintaan di pasar. Sehingga bisa dipakai untuk rumah tangga sendiri," tambahnya.

Ia menggambarkan di Bogor, komoditas pangan yang masih mengalami kenaikan harga adalah daging dan telur. Di mana daging misalnya, saat ini berada pada kisaran harga Rp130 ribu per kg.

"Kan sempat kemarin itu ada masalah dari sisi distribusi pakan ternak yang berdampak pada para peternak di daerah. Sehingga salah satu dampaknya adalah kenaikan harga," ucapnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending