Bagikan:

PMK Kembali Mewabah, Peternak di Rembang Siaga

"Mungkin virusnya menyebar lewat udara atau bagaimana, kemudian menular ke desa kami, tapi baru sebatas dugaan"

NUSANTARA

Senin, 16 Jan 2023 17:26 WIB

Author

Musyafa

PMK Kembali Mewabah, Peternak di Rembang Siaga

Antisipasi PMK Dinas ketahanan pangan memeriksa sapi di kawasan babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat. Selasa (17/05/22). Foto: ANTARA/Raisa

KBR, Rembang- Serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Desa Mlatirejo (Malat) Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang sangat mengkhawatirkan pada awal tahun ini.

Salah seorang warga Desa Mlatirejo Bambang Gunawan, mengatakan saat ini penyebaran PMK cukup cepat, bahkan dalam serumah sapi mati bisa mencapai 2 – 3 ekor. Hal ini membuat perekonomian masyarakat kembali terpukul.

“Yang kena sapi, penularan ngeri sekali mas, menjalarnya cepat. Pembeli jarang ada yang mau. Kalaupun mau, belinya ya murah sekali, “ ungkapnya, Senin (16 Januari 2023).

Perangkat desa Mlatirejo Kecamatan Bulu, Riyadi mengatakan saat ramai penyakit mulut dan kuku (PMK) tahun lalu, desanya yang berbatasan dengan Kecamatan Sumber, masih aman. Namun kasus meledak di bulan ini.

“Duluan sana yang kena, mungkin virusnya menyebar lewat udara atau bagaimana, kemudian menular ke desa kami, tapi baru sebatas dugaan ya, soalnya antar desa saling berdekatan, “ ujarnya.

Riyadi menjabarkan gejala wabah itu diantaranya sapi tidak mau makan, terdapat luka di bagian mulut dan kaki, serta keluar air liur sangat banyak. Setelah itu, sapi tidak bisa berdiri, dan mati.

“Sangking banyaknya air liur, lantai kandang itu sampai basah semua. Kalau sudah ndeprok (tidak bisa berdiri-Red), biasanya sulit diatasi, “ imbuh Riyadi.

Ia memperkirakan hampir 100 persen ternak sapi di kampungnya sudah terjangkit PMK, sedangkan yang mati mendekati angka 25 ekor.

Sapi yang masih hidup, oleh pemiliknya terpaksa dijual dengan harga murah, karena khawatir menanggung rugi terlalu banyak. Misal pada saat normal bisa laku Rp20 Juta, sekarang hanya laku Rp2 – 4 Juta.

“Saya sendiri punya 3 ekor sapi, sudah mati 2. Kalau sudah mati ya langsung dikubur, “ terangnya.

Baca juga:

Infeksi PMK Masih Ada, Pemprov NTB Fokuskan Vaksinasi Ternak

Wabah PMK, DPR Soroti Ganti Rugi

Menurutnya, berbagai upaya sudah ditempuh masyarakat. Mulai dari memberi ramuan tradisional, hingga penyuntikan secara swadaya dengan mendatangkan mantri hewan. Namun sejauh ini masih sulit menghentikan serangan PMK.

Ia berharap dinas terkait di Pemkab Rembang membantu penanganan secara kontinyu, guna meringankan beban warga.

“Berbagai cara mas, dengar dikasih apa dari warga lain, dicoba. Dengar dari desa sebelah pakai ini, ya dicoba. Tapi nyatanya masih parah. Mungkin dari bapak-bapak pemerintah ada solusi vaksinasi, mohon tolong desa kami, segera turun pak, karena kondisinya sangat darurat, “ keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan sudah memerintahkan tim untuk segera mengecek, sekaligus berkoordinasi dengan jajaran kecamatan.

“Begitu kami dapat laporan, langsung saya arahkan kepada tim untuk cek lapangan. Siang ini akan dikoordinasikan dengan kecamatan, mengenai langkah-langkah selanjutnya, “ tandasnya.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending