Bagikan:

Ratusan Demonstran Tuntut Bupati Banyuwangi Revisi UU ODOL

Demonstran mendesak agar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani atau jajarannya merevisi UU ODOL dan melakukan uji kir.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 03 Jan 2022 20:37 WIB

demonstrasi tolak UU ODOL

Ratusan sopir truk logistik memblokade pintu masuk Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Akibatnya akses ke pelabuhan tertutup total. (KBR/Hermawan)

KBR, Banyuwangi- Ratusan sopir logistik yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Sopir Indonesia (AKSI) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka memprotes penerapan aturan kapasitas dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL). Pengelola Umum PT ASDP Ketapang, Banyuwangi, Suharto mengatakan, akibat unjuk rasa itu, akses menuju pelabuhan tertutup total karena para sopir menutup jalan dengan kendaraannya.

“Sampai saat ini hanya beberapa yang bisa masuk tapi yang keluar juga ditutup di sana. Kita tidak ngerti tuntutanya bukan ke ASDP. Untuk pelayaran sementara kita mengikuti keputusan dari BPTD. Sementara penumpang tidak bisa menyebrang? Kalau kaya gini otoimatis,” ujar Suharto, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (3/1/2022).

Suharto menambahkan, terkait operasional aktivitas pelayaran, sudah dikomunikasikan dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Pasalnya, hanya kendaraan kecil seperti roda dua yang bisa melitas.

Baca juga:

Sementara itu, para sopir logistik mengancam akan memarkirkan kendaraannya sampai tuntutannya dipenuhi. Penutupan jalan itu merupakan makna simbolis untuk menunjukkan pentingnya peran sopir logistik dalam stabilitas ekonomi nasional.

Koordinator aksi unjuk rasa, Selamet Barokah dalam orasinya mengancam akan terus menutupi jalan masuk ke Pelabuhan Ketapang jika tuntutannya tidak digubris. Demonstran mendesak agar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani atau jajarannya merevisi UU ODOL dan melakukan uji kir.

Baca juga:

Editor: Muthia K.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending