Bagikan:

Keren! Teliti Sampah Plastik, Siswa SMPN 1 Wonosalam, Jombang Jadi Polisi Air

Para siswa juga berhasil menemukan fakta semakin berkurangnya jumlah biota air.

NUSANTARA | KESEHATAN

Senin, 24 Jan 2022 07:33 WIB

Teliti Sampah Plastik

Siswa SMPN 1 Wonosalam, Jombang, Jatim jadi Polisi Air meneliti Kesehatan Sungai Gogor. (Foto: KBR/Muji Lestari)

KBR, Jakarta - Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, mengumpulkan dan meneliti sampah-sampah plastik. Kemarin (23/1/2022), mereka menyisir Sungai Gogor, bagian dari hulu Sungai Brantas.

Menurut koordinator para siswa, Arum Wisma Ningsih, sampah plastik yang ditemukan kebanyakan merupakan kemasan bungkus makanan dan minuman. Selain, tas plastik kresek.

Arum menyimpulkan, pola hidup masyarakat untuk hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, masih sangat buruk.

Selain itu, sampah-sampah yang bertebaran dan menumpuk dari hulu sampai hilir, sebagai imbas dari semakin dibukanya banyak obyek-obyek wisata.

"Sebenarnya Wonosalam ini kan salah hulu dari Sungai Brantas, harusnya bersih dari hilirnya, tapi ternyata warga buang sampahnya ke sungai juga, terus pengaruh juga dari wisata, di Wonosalam semakin banyak pembangunan wisata dan ini juya berpotensi menambah kuantitas sampah. Apalagi pembangunan wisata ini cari lokasi yang di pinggir sungai di Wonosalam," ujarnya.

Para siswa SMP Negeri 1 Wonosalam, Jombang, Jawa Timur yang mengumpulkan dan meneliti sampah-sampah plastik di Sungai Gogor menamakan diri mereka "Polisi Air".

Menurut koordinatornya, Arum Wisma Ningsih, para siswa juga berhasil menemukan fakta semakin berkurangnya jumlah biota air. Hanya 16 hewan di sungai yang teridentifikasi. Padahal setahun lalu, masih ada 20 hewan yang ditemukan.

"Dampaknya ke biota di sungai. Dulu, kami lakukan setiap dua minggu sekali, banyak temuan-temuan, seperti siput air, kepiting sungai, udang, sekarang jumlahnya sedikit. Ini tentu saja dampak sampah yang banyak di sungai. Apalagi sekarang juga sungai banyak di-plengseng ini juga berpengaruh pada jumlah biota," prihatinnya.

Baca juga:

- Brigade Popok Penyelamat Sungai Brantas

- Gawat! Sungai di Tulungagung, Jawa Timur Tercemar Sampah Mikroplastik

Dijelaskannya, sampah-sampah yang dikumpulkan kemudian dicari nama perusahaannya atau merek dari produknya. Selanjutnya kegiatan Polisi Air ini juga akan melaporkan hasil temuan dan kesimpulannya ke Dinas Lingkungan Hidup setempat, agar segera mendapat tindak lanjut pelestarian sungai.

"Selain mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, kami juga melatih siswa agar berani memberikan teguran di sekitarnya jika melihat tetangganya mungkin membuang sampah di sungai, kami juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jombang agar menyediakan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle atau TPS3R supaya sampah-sampah terutama plastik dan lainnya bisa terkelola dengan baik," tandasnya.

Sementara itu, Lina Suci Wulandari (16), anggota Polisi Air menyebutkan, dari hasil Brand Audit yang dilakukan, temuan paling banyak sampah adalah jenis sachet makanan dan minuman, kemudian yang kedua plastik kresek.

"Jadi yang banyak tadi itu sampah bekas bungkus sabun, shampo, makanan, minuman dan lainnya. Rata-rata sampah plastik yang tidak bisa diolah, ini sangat disayangkan sekali," kesalnya.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?