Bagikan:

Kasus Omicron di Kota Bandung Naik, 30 Ruang Isolasi Kecamatan Disiagakan Kembali

Ada 30 ruang isolasi perawatan pasien COVID-19 di tingkat kecamatan yang akan disiagakan kembali untuk mengantisipasi naiknya kasus penularan virus korona varian Omicron.

NUSANTARA

Rabu, 26 Jan 2022 22:05 WIB

Omicron

Ilustrasi. Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada anak di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/12/2021). (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Bandung - Pemerintah Kota Bandung Jawa Barat menyiagakan kembali ruang-ruang isolasi di tingkat kecamatan, setelah terjadi peningkatan kasus penularan COVID-19 varian Omicron.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan ada 30 ruang isolasi perawatan pasien COVID-19 di tingkat kecamatan yang akan disiagakan kembali.

"Itu pun mudah-mudahan nggak terpakai. Karena sesuai arahan dari pemerintah pusat, Omicron itu gejalanya relatif ringan. Sehingga diharapkan tidak semua dilarikan ke rumah sakit, sehingga tidak membebani rumah sakit yang berdampak pada BOR (bed occupancy rate) tinggi," kata Yana Mulyana di Bandung, Rabu (26/1/2022).

Yana mengatakan sejauh ini teridentifikasi gejala dari paparan virus korona varian Omicron sangat ringan. Menurut Yana, dari enam warganya yang terpapar varian Omicron, satu orang telah sembuh.

Sedangkan lima orang lagi tegah menjalani isolasi mandiri di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi.

"Hasil tracing dari kasus itu, dari 89 orang kontak erat, terdapat empat orang positif COVID-19. Tapi belum di tes whole genome sequencing (WGS)," kata Yana.

Baca juga:


WGS merupakan metode pelacakan genetik suatu organisme (bakteri, virus, hingga manusia) dengan cepat dan terjangkau.

Tujuan tes dengan metode WGS adalah mendapatkan informasi tingkat tinggi tentang varian bakteri atau organisme tertentu dengan satu kali tes.

"Termasuk soal pertemuan tatap muka (PTM), juga kita minta laporan dari Dinas Pendidikan. Dan itu sudah mulai tes acak, ada beberapa sekolah hasilnya nol (negatif Omicron)," tukas Yana.

Yana menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) akan tetap dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi yang ketat.

Namun untuk kalangan aparatur sipil negara (ASN), Yana telah menerbitkan surat edaran yaitu 25 persen ASN bekerja dari rumah (work from home/WFH).

"Di internal kita sudah mulai minggu ini. Perusahaan swasta kita dorong juga, tapi menunggu Peraturan Wali Kota, hasil dari pertemuan terbatas. Lalu kita sosialisasikan. Ini berlaku di semua perkantoran, 25 persen," terang Yana.

Yana menambahkan saat ini peminat vaksin COVID-19 dosis ketiga atau vaksin booster sangat tinggi. Meski saat ini capaian vaksin tambahan tersebut baru sebesar 3,3 persen.

Capaian vaksin dosis tahap pertama di Kota Bandung disebutkan 110 persen. Untuk vaksin dosis tahap kedua 95 persen.

"Justru sekarang pada pengen booster. Berbondong-bondong, yang belum dapat e-tiket juga banyak yang mau," kata Yana.

Ketersediaan untuk vaksin tambahan ini diklaim mencukupi. Seperti vaksin Pfizer dan Astrazeneca.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan