Bagikan:

Jelang Hari Gizi Nasional: Stunting dan Obesitas Jadi Perhatian Dunia

Indonesia saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan gizi, terutama gizi kurang, termasuk di dalamnya stunting, dan gizi lebih termasuk didalamnya obesitas.

NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 18 Jan 2022 16:31 WIB

Author

Dwi Reinjani

Stunting dan Obesitas Jadi Perhatian

Salah satu upaya mengurangi kasus stunting di Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Diskominfo Kota Bogor)

KBR, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat perbaikan gizi untuk menanggulangi masalah stunting dan obesitas pada anak dan remaja. Pasalnya, asupan gizi tidak seimbang membuat kedua masalah kesehatan itu meningkat di beberapa negara.

Demikian disampaikan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat di Kementerian Kesehatan, Dhian P Dipo, saat diskusi menjelang Hari Gizi Nasional yang akan diperingati 25 Januari nanti.

"Menurut Global Nutrition Report tahun 2021 diketahui bahwa masalah gizi baik itu masalah gizi kurang maupun gizi lebih masih menjadi perhatian dunia. Bahkan gizi lebih dan obesitas meningkat secara cepat hampir di seluruh negara di dunia. Begitu juga di Indonesia yang saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan gizi, terutama gizi kurang, termasuk di dalamnya stunting, dan gizi lebih termasuk didalamnya obesitas, serta masalah gizi akibat kekurangan zat gizi mikro," ujar Dhian, Selasa (18/01/2022).

Dhian mengatakan, Indonesia menjadi negara dengan permasalahan kesehatan ganda terkait gizi tidak seimbang. Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting di Indonesia mengalami penurunan menjadi 24 persen, namun masih jauh dari target RPJMN sebesar 14 persen. Sedangkan untuk masalah obesitas usia remaja hingga dewasa mencapai lebih dari 21 persen.

"Angka stunting di Indonesia turun menjadi 24,4 persen. Namun, angka itu masih sangat tinggi yaitu sekitar 5,33 juta balita. Sementara target di 2024 nanti diharapkan berada di angka 14 persen. Sementara untuk masalah obesitas pada balita mencapai 3,8 persen dan pada remaja serta dewasa mencapai 21 persen," ujar Dhian.

Baca juga:

Dua Strategi Menkes Turunkan Angka Stunting

Percepat Penurunan Stunting , Ini Strategi BKKBN

Untuk itu menurut Dhian, perlu ada kolaborasi antar lembaga dan kementerian untuk memastikan keterpenuhan gizi untuk masyarakat, khususnya untuk ibu hamil, menyusui dan balita. Adapun pelayanan kesehatan yang tengah dilakukan pemerintah adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan penguatan sistem kesehatan serta pengawasan obat dan makanan.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua