Bagikan:

Dinas Perdagangan Rembang Pantau Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional

Di Rembang, ada 63 retail yang menjual minyak goreng satu harga.

NUSANTARA

Selasa, 25 Jan 2022 12:11 WIB

Author

Musyafa

Harga minyak goreng di pasar tradisional di Rembang

Tim dari Dinas Indagkop dan UMKM memantau harga minyak goreng di Pasar Kragan, Kabupaten Rembang, Senin, 24/01/2022. Foto: KBR/Musyafa

KBR, Rembang– Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menerjunkan tim untuk memantau perkembangan harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz menjelaskan saat ini harga minyak goreng di pasar tradisional masih di atas Rp14 ribu.

Sebab, Kementerian Perdagangan memberikan waktu seminggu kepada pedagang-pedagang di pasar tradisional untuk menyesuaikan harga minyak goreng sesuai ketetapan pemerintah.

Sementara untuk harga minyak goreng di toko-toko retail kini sudah satu harga, yakni Rp14 ribu. Di Rembang, ada 63 retail yang menjual minyak goreng satu harga.

Kebijakan satu harga ini ditetapkan pemerintah pusat sejak Rabu, 19 Januari 2022. Tujuannya untuk mengendalikan harga minyak goreng yang melambung tinggi sejak Desember tahun lalu. Sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, harga minyak goreng kemasan lebih dari Rp40 ribu per dua liter.

"Di pasar tidak bisa serta-merta langsung beradaptasi dengan harga Rp14 Ribu, karena mekanismenya belum diatur secara detail. Hari ini kita terjunkan tim untuk memantau," terangnya, Senin, 24 Januari 2022.

Pendataan

Mahfudz menambahkan, pedagang di pasar tradisional bisa saja menjual minyak goreng dengan harga sama seperti retail, atau sesuai kebijakan pemerintah.

"Sebelum adanya kebijakan satu harga, minyak goreng sampai Rp18–19 ribu. Yang di toko retail sudah beres, yang di pasar masih menunggu. Kalau pedagang dapat akses harga kurang dari 14 ribu, biar nanti jualnya bisa Rp14 Ribu," imbuh Mahfudz.

Kata dia, tim pemantau juga mendata jumlah pedagang yang menyalurkan minyak goreng dan rata-rata penjualan harian.

"Biar kita mengetahui asumsi kebutuhan minyak goreng dan ketersediaan stok minyak goreng setiap hari berapa. Nanti akan kita laporkan ke tingkat provinsi," katanya.

Keluhan Pedagang

Sementara itu, seorang penjual gorengan di Rembang, Nurhayati mengaku menghemat pemakaian, semenjak harga minyak goreng melambung.

Langkah itu ia pilih ketimbang menaikkan harga dagangannya. Sebab, ia khawatir, jika harga dinaikkan, maka pembelinya akan berkurang.

"Saya gunakan minyak goreng curah, pemakaian harus benar-benar saya hemat, untuk menekan pengeluaran," tuturnya.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua