covid-19

Vaksinasi Covid-19, Puluhan Nakes di Solo Mangkir

"Akan kita cari tahu alasannya apa. Kita cari tahu satu per satu, saya kontak satu satu. Kalau memang mereka takut, harusnya tidak melakukan registrasi ulang."

NUSANTARA | RAGAM

Rabu, 20 Jan 2021 08:00 WIB

Vaksinasi Covid-19, Puluhan Nakes di Solo Mangkir

Loket pendaftaran vaksinasi covid-19 untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Manahan Solo, Selasa (19/01). (KBR/Yudha S.)

KBR, Solo-  Pemkot Solo masih mencari kejelasan 35 tenaga kesehatan yang mangkir dari program vaksinasi covid-19 tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti wahyuningsih mengatakan puluhan tenaga kesehatan tersebut terjadwal vaksinasi namun tidak hadir tanpa keterangan. 

Menurut Siti, Pemkot masih melakukan pelacakan.

"Ada 35 nakes tidak hadir tanpa keterangan saat jadwal vaksinasi. Akan kita cari tahu alasannya apa. Kita cari tahu satu per satu, saya kontak satu satu. Kalau memang mereka takut, harusnya tidak melakukan registrasi ulang. Ini mereka sudah melakukan daftar ulang, menentukan faskes (fasilitas kesehatan), hari dan jamnya. Jadi kita harus mengetahui penyebab pasti tidak datang karena apa," ucap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti wahyuningsih, Selasa (19/01).

Lebih lanjut Siti mengungkapkan sebanyak 102 nakes lainnya ditunda vaksinasi karena beberapa faktor yang masuk dalam kontra indikasi vaksin antara lain memiliki penyakit penyerta, hipertensi, hamil, dan lainnya.

Siti menegaskan pemkot akan terus mendorong pelaksanaan vaksinasi seluruh tenaga kesehatan di Solo sesuai target yang direncanakan.

Hingga hari ke 4 vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan di Solo sudah ada sekitar 1600an nakes atau sekitar 15 persen dari total 12 ribuan nakes di Solo.

Sebelumnya Pemerintah provinsi Jawa Tengah akan mempercepat proses vaksinasi tenaga kesehatan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sistem pendataan dan pendaftaran vaksinasi tenaga medis akan dibenahi. 

Menurut Ganjar, bulan depan target vaksinasi tenaga kesehatan di Jawa Tengah bisa selesai dilakukan.

"Praktiknya sistem pendataan dan pendaftaran vaksinasi nakes ternyata mereka tidak bisa sesuai jadwal. Contohnya hari ini terjadi di sini, jadwal ada 15 nakes divaksin tapi hanya delapan  yang datang divaksin. Kan sayang sekali, kita dorong mudah-mudahan dalam waktu 3-4 hari bisa dipercepat. Kita minta data secara manual saja kemudian kita input, buka sesuai jadwal di sistem. Dengan begitu, proses vaksinasi kita lakukan percepatan. Kalau sistem terbuka, kita bisa longgarkan dan genjot lebih cepat," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau vaksinasi covid-19 di Puskemas Manahan, Solo, Selasa (19/01).

Lebih lanjut Ganjar mengungkapkan tidak ada sanksi bagi tenaga kesehatan yang tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung