Santri Penyintas Covid-19 di Cilacap Siap Jadi Donor Plasma Konvalesen

"Karena itulah dibutuhkan suatu pendorong untuk lima kali lipatnya. Baru kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, untuk bisa mengurangi tingkat kematian bencana ini,"

RAGAM | NUSANTARA

Jumat, 29 Jan 2021 08:56 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Santri Penyintas Covid-19 di Cilacap Siap Jadi Donor Plasma Konvalesen

Ilustrasi: Satgas Covid-19 bersama Kodim 0905 gelar donor plasma konvalesen di aula Makodim Balikpapan, Kaltim, Kamis (07/01). (KBR/Teddy)

KBR, Cilacap-  Santri penyintas Covid-19 di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah siap mendonorkan plasma konvalesen.  Pengasuh Pondok Pesantren Cigaru, Cilacap, KH Mazin al Hajar mengatakan di pesantrennya ada 100 lebih santri dan warga pesantren yang siap mendonorkan darahnya. Mereka adalah penyintas yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Dia pun mengakui, sejumlah santri masih di bawah umur untuk donor. Karenanya, dia mempersiapkan santri yang sudah cukup umur dan dalam kondisi sehat. Kemudian, untuk asatidz, yang berusia di bawah 60 tahun dan dalam kondisi sehat.

Kesiapan ini didasari bahwa semua kalangan bisa terpapar Covid-19, termasuk para ulama. Karenanya, santri siap mendonorkan darahnya untuk pasien Covid-19 demi kemanusiaan.

“Itu karena demi kemanudiaan. Nanti anak-anak saya siapkan. Insyaallah siap, jika ada yang membutuhkan, terutama untuk ulama kita yang terkena (Covid-19), dan untuk yang membutuhkan plasma. Yang kemarin, berjumlah 108 santri, yang kategori usia sekitar 20 tahun,” kata Mazin al Hajar, Kamis malam (28/1/2021).

KH Mazin al Hajar  menjelaskan, sebelumnya Ponpes Cigaru sempat lockdown setelah seratusan lebih santri terpapar Covid-19. Selama penutupan itu, masyarakat dan pemerintah banyak membantu ponpes. Misalnya, dalam penyediaan makanan untuk santri, obat-obatan, dan masker. 

Menurut dia, setelah bebas Covid-19, sudah selayaknya para santri bersumbangsih untuk masyarakat. Ini adalah bentuk bakti santri untuk masyarakat.

Sebelumnya Palang Merah Indonesia (PMI) meminta penyintas covid-19 mendonorkan plasma konvalesen. Menurut Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, sejak Mei tahun lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) baru menerima 7.000 plasma konvalesen dari para penyintas COVID-19. Donor plasma konvalesen itu langsung mendapat supervisi dari Lembaga Biomolekuler Eijkman.

Kata bekas Wapres itu, rata-rata ada 40 plasma konvalesen perhari yang diterima. Jumlah itu masih sangat kurang, karena permintaan plasma konvalesen perhari ke PMI, berjumlah 200 plasma.

Jusuf Kalla mengatakan, jumlah pendonor plasma konvalesen dari penyintas COVID-19, harus ditingkatkan lagi jumlahnya hingga lima kali lipat. Sehingga bisa mencapai 5.000 plasma konvalesen per bulan.

"Karena itulah dibutuhkan suatu pendorong untuk lima kali lipatnya. Baru kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, untuk bisa mengurangi tingkat kematian  bencana ini," ujar Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Terapi plasma konvalesen berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas COVID-19, setelah sembuh akan membentuk antibodi dalam tubuhnya. Antibodi itu tersimpan dalam plasma darah, dan itulah yang didonorkan kepada pasien COVID-19 lain yang belum sembuh.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8