Yel-yel SARA, Sultan: Di Indonesia Tidak ada Kafir

"Saya sangat menyesali kejadian itu, apalagi terjadi di Pramuka."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Jan 2020 09:23 WIB

Author

Ken Fitriani

Yel-yel SARA, Sultan: Di Indonesia Tidak ada Kafir

SD Timuran Yogyakarta tempat pembina Pramuka mengajarkan yel yel "Islam yes kafir no", Senin (13/01/20) (KBR/Ken)

KBR, Yogyakarta- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan  kejadian pembina Pramuka yang mengajarkan yel yel ISlam Yes, Kafir No di sebuah Sekolah Dasar. Terlebih, kejadian bersentimen SARA itu terjadi di lingkungan Pramuka yang mengajarkan kebhinekaan dan keberagaman.

"Saya sangat menyesali kejadian itu, apalagi terjadi di Pramuka. Di Indonesia tidak ada kafir, " papar Sultan usai menjadi pembicara kunci Dialog Kebangsaan 'Merawat Persatuan, Menghargai Keberagaman' , di Universitas Islam Indonesia, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga:

Meski Dirusak, Sedekah Laut Tetap Berlanjut 

Komnas HAM: Pemda Harus Sediakan Pemakaman Umum yang Tidak Menyulitkan Minoritas  

Menurut Sultan, yel-yel berbau SARA semacam itu bukan pada tempatnya ada dalam kegiatan pramuka serta tidak perlu diajarkan kepada siswa.

"Itu tidak betul itu. Bukan tempatnya di situ dan tidak perlu mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.

Sebelumnya, salah seorang pembina pramuka mengajarkan yel-yel berbau SARA kepada para siswa peserta kegiatan pramuka di SDN Timuran, Kota Yogyakarta pada Jumat (10/1). Yel-yel berbunyi "Islam Yes Kafir No" yang disisipkan dalam tepuk pramuka itu diketahui oleh seorang wali murid berinisial K saat menjemput anaknya.

"Awalnya semua bernyanyi normal saja, lalu tiba-tiba ada salah satu pembina putri masuk dan mengajak anak-anak tepuk Islam. Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel 'Islam-Islam yes kafir-kafir no," kata K pada Senin (13/1) seperti ditulis Antara.

Ketua Kwartir Cabang Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membenarkan bahwa pada Jumat (10/1) SD Negeri Timuran Yogyakarta memang menjadi tempat praktik peserta kursus mahir lanjutan yang dibuka secara umum oleh Kwartir Cabang Kota Yogyakarta.

Meski demikian, Heroe mengatakan belum mengetahui secara mendetail tentang motif pembina itu mengajarkan yel bernuansa SARA.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Jalan Berliku Lindungi Desa dari Pertambangan

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12