Tolak Tambang Emas, Warga Bentangkan Spanduk 40 Meter di Gunung Salakan di Banyuwangi

“Warga membentangkan spanduk adalah protes. Karena selama 11 hari ini tidak pernah dilirik oleh negara."

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 17 Jan 2020 11:45 WIB

Author

Hermawan Arifianto, Adi Ahdiat

Tolak Tambang Emas, Warga Bentangkan Spanduk 40 Meter di Gunung Salakan di Banyuwangi

Warga Desa Sumberagung menggelar aksi tolak tambang emas di kawasan Gunung Salakan, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (16/1/2020). (Foto: Forum Rakyat Banyuwangi)

KBR, Banyuwangi- Ratusan warga Desa Sumberagung menggelar aksi pembentangan spanduk sepanjang 40 meter di kawasan Gunung Salakan, Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi dilakukan lantaran Gunung Salakan rencananya akan dijadikan area penambangan emas oleh PT Bumi Suksesindo (BSI).

“Warga membentangkan spanduk adalah protes. Karena selama 11 hari ini tidak pernah dilirik oleh negara atau diabaikan oleh pemerintah. Akhirnya warga selalu timbul ingin protes agar mendapat respon dari negara. Pilihannya warga hanya tetap bertahan,” kata Usman Raudhal, Koordinator Forum Rakyat Banyuwangi kepada KBR, Kamis (16/1/2020).

Berita Terkait: Penentang Tambang Emas Tumpang Pitu Dibelenggu Pasal Komunisme

Usman menyebut penolakan ini muncul karena warga tak ingin lingkungan Gunung Salakan rusak, seperti halnya Gunung Tumpang Pitu yang sudah dijadikan area penambangan emas sejak 2012.

Menurut dia, aksi ini juga dilakukan warga untuk menghalangi tim peneliti Universitas Trisakti dan PT BSI yang hendak mengambil sampel batuan di wilayah Gunung Salakan dengan kawalan Brimob Polda Jawa Timur.

Usman menegaskan warga Desa Sumberagung berkomitmen menggelar aksi di kawasan Gunung Salakan selama 45 hari. Sampai hari ini (17/1/2020), aksi mereka sudah memasuki hari ke-12.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Dimas Jayasrana: Membangun Empati Lewat Berbagi Pangan

Bantuan Bagi Pekerja Swasta Terdampak Pandemi COVID-19

Tak Jalankan Protokol Kesehatan, Pemprov Aceh Ancam Tutup Tempat Usaha

Kabar Baru Jam 8

Geliat Sektor Pariwisata di Masa Transisi