Di Lombok Tengah, 60 Ribu Orang Masih Buta Aksara

"Kalau kita melakukan seperti apa yang biasa kita lakukan, maka butuh waktu 20 tahun untuk menuntaskannya."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 21 Jan 2020 16:41 WIB

Author

Zainudin Syafari

Di Lombok Tengah, 60 Ribu Orang Masih Buta Aksara

Ilustrasi: Rumah tradisional Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Tengah, NTB. (Foto: Wikimedia Commons/Midori)

KBR, Mataram - Angka buta aksara di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih tinggi. 

Sampai tahun 2019 masih ada lebih dari 60 ribu orang atau sekitar 13 persen penduduk Lombok Tengah usia 15 tahun ke atas yang buta aksara.

Menurut Sumum, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, saat ini Bupati Lombok Tengah sudah menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) tentang gerakan pemberantasan buta aksara.

“Untuk buta aksara, nanti kita akan rapat koordinasi. Sudah ada Peraturan Bupati tentang pemberantasan buta aksara. Kita ingin langkahnya lebih cepat, kalau kita melakukan seperti apa yang biasa kita lakukan, maka butuh waktu 20 tahun untuk menuntaskannya. Kan tidak bisa kita menunggu terlalu lama,” kata Sumum, Selasa (21/1/2020).

Berita Terkait:

Sumum menyebut tingkat buta aksara itu mempengaruhi rendahnya angka rata-rata lama belajar di Lombok Tengah, yang kini berkisar 6,9 tahun.

"Itu artinya rata-rata lama belajar di Lombok Tengah baru masuk SMP sederajat. Jika warga yang masih buta aksara diikutsertakan dalam ujian kesetaraan, maka rata-rata lama belajar di daerah ini juga angkat meningkat dengan sendirinya," jelas Sumum.

Ia menyebut pemberantasan buta aksara salah satunya akan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa yang sedang kuliah kerja nyata (KKN).

Bulan lalu, sekitar 400 mahasiswa KKN telah diterjunkan untuk mengajarkan kemampuan baca tulis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Jakarta Tak Putus Dirundung Banjir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11