Banjir Bandang di Kaur Bengkulu, Jembatan Gantung Putus

"Total korban jiwa meninggal dunia yang sudah ditemukan seluruhnya 10 orang."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 20 Jan 2020 14:26 WIB

Author

Adi Ahdiat

Banjir Bandang di Kaur Bengkulu, Jembatan Gantung Putus

Pencarian korban banjir bandang di Desa Bungin Tambun III, Kab. Kaur, Bengkulu, Senin (20/1/2020). (Foto: ANTARA/Nopri Anto)

KBR, Jakarta- Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada Minggu sore (19/1/2020).

Terjangan banjir tersebut mengakibatkan satu jembatan gantung terputus serta memakan korban jiwa.

“Pagi ini sudah ditemukan lagi 3 orang, jadi total korban jiwa meninggal dunia yang sudah ditemukan seluruhnya 10 orang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kaur Ujang Syafiri kepada Antara, Senin (20/1/2020).

"BPBD Kabupaten Kaur telah mendirikan posko darurat pencarian di lokasi kejadian. Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan pemerintah daerah setempat masih terus melakukan upaya pencarian bersama," lapor humas BNPB Agus Wibowo dalam rilisnya, Senin (20/1/2020).

"Sementara itu, jumlah kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa banjir bandang masih dalam proses pendataan," lanjutnya.

Menurut rilis BNPB, banjir bandang tersebut dipicu faktor cuaca yang buruk dan intensitas hujan tinggi.


Banyak Tambang di Hulu Sungai Bengkulu 

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menduga bencana banjir yang kerap melanda Bengkulu tak hanya terjadi karena faktor cuaca, tapi juga karena lingkungan yang rusak.

"Bengkulu, wilayah yang terus dikeruk batu bara dan emasnya, mengalami banjir bandang hampir di satu provinsi. Di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu terdapat 8 konsesi perusahaan pertambangan batu bara," tulis JATAM dalam Catatan Akhir Tahun 2019 dan Proyeksi 2020 yang dirilis Senin (6/1/2020).

JATAM mendata sepanjang 2019 bencana banjir banyak terjadi di wilayah pertambangan. Selain Bengkulu, daerah yang 'bernasib' serupa adalah Konawe Utara dan Kalimantan Timur.

"Terus diobralnya izin pertambangan di berbagai wilayah di Indonesia turut merentankan daya dukung serta daya tampung di wilayah-wilayah tersebut," ungkap JATAM.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Jakarta Tak Putus Dirundung Banjir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11