Pemprov DKI Perpanjang Ganjil-Genap di 9 Ruas Jalan Ibu Kota

"Mengapa rambu-rambu dipasang? Karena di lapangan seringkali petugas kita berhadapan dengan pengendara yang berdebat. Sekarang kita berikan kepastian melalui rambu-rambu itu"

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 01 Jan 2019 19:33 WIB

Author

Heru Haetami

Pemprov DKI Perpanjang Ganjil-Genap di 9 Ruas Jalan Ibu Kota

Pemprov DKI melanjutkan kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta. (Foto: Antara/Dede Rizky Permana)

KBR, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang penerapan aturan ganjil-genap di beberapa ruas jalan di ibu kota, yaitu di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Sebagian Jalan Jenderal S Parman (Simpang Slipi-Simpang Tomang), Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Penerapan aturan ganjil-genap tersebut diputuskan untuk dilanjutkan setelah Gubernur DKI, Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018, tentang pemberlakukan sistem ganjil-genap di sembilan ruas jalan yang berlaku mulai 2 Januari 2019.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan  mengatakan, meski kebijakan ini bersifat sementara, namun perpanjangan ganjil-genap akan dibarengi dengan memasang rambu pemberitahuan secara permanen.

"Kebijakan ganjil genap dilanjutkan. Konsekuensinya kita akan memasang rambu-rambu yang sifatnya permanen di ruas ruas jalan yang di situ ada ketentuan ganjil genap. Mengapa rambu-rambu dipasang? Karena di lapangan seringkali petugas kita berhadapan dengan pengendara yang berdebat. Sekarang kita berikan kepastian melalui rambu-rambu itu," katanya di Jakarta, Selasa (01/01/2019).

Anies mengatakan, dalam Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap  juga tidak ada perubahan pada rute dan waktu pemberlakukan.

"Sama semuanya, sama seperti yang ada sekarang. Tidak ada perubahan aturan dari sisi rute-rutenya dan dari sisi waktunya itu sama," jelasnya.

Anies berharap, dengan kebijakan ganjil-genap ini, warga Jakarta bisa menggunakan tranportasi umum.

"Yang mau kita dorong dan sedang kita laksanakan adalah memperbanyak warga menggunakan kendaraan umum. Itulah kebijakannya," katanya

Aturan ganjil-genap diberlakukan mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dan untuk sore pukul 16.00 hingga 20.00 WIB dan tidak berlaku di hari libur.

Editor: Kurniati


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.