Puluhan Rumah di Cilacap Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak

Pergerakan tanah yang dipicu hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan 55 rumah warga di Dusun Sindanghayu, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan rusak

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 29 Jan 2017 14:31 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Puluhan Rumah di Cilacap Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak

Rumah retak akibat pergerakan tanah di Dusun Sindanghayu, Bantarpanjang Kecamatan Cimanggu, Cilacap. (Foto: BPBD Cilacap)


KBR, Cilacap – Pergerakan tanah yang dipicu hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan 55 rumah warga di Dusun Sindanghayu, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan rusak.

Pergerakan tanah ini, menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono, terjadi secara bertahap dan terus-menerus. Awalnya, pergerakan tanah terdeteksi pada akhir Desember 2016 lalu. Ditandai dengan munculnya mahkota retakan pada bagian atas permukiman, sepanjang 200 meter dan lebar antara 5 hingga 40 centimemeter.

Lantas, tanah berangsur bergerak turun (slide) sehingga merusak puluhan rumah dalam skala terbatas.

"Ya, longsornya bertahap itu. Kejadian awal, itu tahun 2016 bulan Desember kalau tidak salah. Kemudian, ke sini-sini (bergerak terus), dan parah-parahnya kemarin itu karena dipicu curah hujan tinggi dan berdurasi lama," kata Edi Sapto Priyono, Minggu (29/1/2017).

Edi pun mengemukakan, pergerakan tanah nyaris terus terjadi sepanjang waktu. Hingga puncaknya, antara 27 Januari hingga kini. Akibatnya, 55 rumah rusak. Sebanyak 10 di antaranya rusak berat, sedangkan sisanya dilaporkan rusak ringan. Selain itu, puluhan rumah lainnya terancam sebab ada di area longsoran seluas 15 hektar.

Baca:

"Jadi yang jelas di sana ada dua kali pergerakan tanah, pokoknya sama seperti yang terjadi di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya. Dan satu dusun itu hampir (terancam semua). Sekarang juga sedang dibuatkan Posko pemantauan."

Lebih lanjut Edi Sapto memerinci, di RT 03/05, rumah yang dinyatakan rusak berat adalah milik Sudiarto. Sementara di RT 04/05 rumah milik Hamdani, Rasmudin, Amin, Saefudin, Sukandi, Kusnanto, Daryono, Wartono dan Sukirno juga tercatat rusak berat.

Edi mengemukakan, BPBD Cilacap mulai Sabtu (28/1/2017) kemarin telah mendirikan Posko pemantauan bencana tanah bergerak. BPBD juga berencana mengungsikan penghuni dengan kondisi rumah yang masuk area bahaya dan tak layak huni.

Dia menambahkan, angka kerusakan diperkirakan akan terus meningkat seiring pergerakan tanah kini masih terus terjadi. Kerusakan terparah tercatat di permukiman warga RT 03/5 dan RT 04/05 Dusun Bantarpanjang. (ika)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN