Pengusaha Hibahkan Puluhan Arca Kuno Usia Ribuan Tahun ke Pemkot Solo

Puluhan arca kuno tersebut sebelumnya merupakan koleksi pribadi. Saat ini arca-arca kuno yang diperkirakan berusia ribuan tahun itu masih berada di dalam kompleks rumahnya.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 04 Jan 2017 18:41 WIB

Author

Yudha Satriawan

Pengusaha Hibahkan Puluhan Arca Kuno Usia Ribuan Tahun ke Pemkot Solo

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo (tengah) bersama ahli waris pengusaha Go Tik Swan (kiri) di tengah beberapa koleksi arca kuno yang akan dihibahkan ke pemerintah Kota Solo. (Foto: Yudha Satriawan/KBR)


KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo akan melibatkan lembaga cagar budaya untuk memindahkan puluhan arca kuno yang diserahkan pengusaha batik di Solo, Go Tik Swan atau KRT Hardjonagoro.

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan pemerintah daerah akan menempatkan puluhan arca kuno tersebut ke salah satu kantor dinas di Kota Solo yang juga menjadi bangunan cagar budaya.

Rudy mengatakan pemindahan arca kuno ini perlu penanganan khusus karena dilindungi undang-undang.

"Untuk pemindahan arca kuno nanti kita libatkan BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) yang mengerti tentang cagar budaya. Tidak boleh sembarangan menangani cagar budaya atau peninggalan purbakala. Kan ada beberapa arca dalam kondisi sudah disemen, melekat di dinding tembok atau lantai. Kita akan undang BPCB, bagaimana cara memindahkan arca kuno itu," kata Rudy di Solo, Rabu (4/1/2017).

Baca juga:


Pengusaha batik Solo, Go Tik Swan akan menyerahkan 45 arca kuno koleksinya ke pemerintah KOta Surakarta. Puluhan arca kuno tersebut sebelumnya merupakan koleksi pribadi. Saat ini arca-arca kuno yang diperkirakan berusia ribuan tahun itu masih berada di dalam kompleks rumahnya.

Dari pantauan di lokasi rumah Go Swan, puluhan arca itu tersebar di kompleks rumah dengan ornamen jawa klasik. Di dalam rumah iu terpasang prasasti sebagai bangunan cagar budaya dengan nama Ndalem Harjonegaran. Prasasti itu ditetapkan tahun 2014 oleh tim Pemkot Solo.

Nama arca kuno tersebut antara lain arca nandhi, lingga yoni, bodhisatva, dan sebagainya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

RUU Cipta Kerja: Kesempatan dalam Kesempitan?

Kabar Baru Jam 10

Jaga Diri dengan Pola Makan Sehat

Menyoal Patroli Siber di Tengah Pandemi