Bagikan:

Hujan Dua Hari, Ribuan Rumah Terendam di Sulut

"Kami buka posko bencana 1 x 24 jam di kantor BPBD Sulut dan semua laporan bencana dari Kabupaten kota kita tampung di sini"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 26 Jan 2017 23:04 WIB

Author

Zulkifli

Hujan Dua Hari, Ribuan Rumah Terendam di Sulut

Bencana banjir dan longsor landa Sulawesi Utara. (Foto: KBR/Zulkifli)

KBR, Manado- Banjir dan tanah longsor terjadi di hampir semua wilayah Sulawesi Utara sepanjang hari Rabu dan Kamis kemarin. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Noldy Liow   menyebutkan, di kota Manado terdapat sekitar 700 rumah, yang berada di lima kecamatan, terdampak banjir dan longsor.

"Kami buka posko bencana 1 x 24 jam di kantor BPBD Sulut dan semua laporan bencana dari Kabupaten kota kita tampung di sini dengan disertai reaksi cepat dalam penanggulangan bencana kalau terjadi bencana," ujar Kepala BPBD Sulut Noldy Liow, Kamis (26/01).

Kata Liow, Banjir juga menghantam kota Bitung hingga merendam 100 rumah, Kabupaten Minut 70 rumah. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tercatat 200 rumah terendam akibat sungai yang meluap di Desa Jambusarang dan Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat, dan 40 hektare sawah ikut terendam.

Lanjut Liow, Tiga kabupaten perbatasan, yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud juga terjadi banjir, dan longsor mengakibatkan puluhan rumah terkena dampak.

Ia menyebutkan,  masih terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) Sulut tentang cuaca yang terjadi   hingga Jumat besok.

BPBD Sulut mengimbau masyarakat agar tetap waspada, apalagi yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor. Sampai saat ini belum ada laporan  korban jiwa serta juga belum bisa menaksir kerugian akibat peristiwa banjir dan longsor tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending